The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945: Bunyi, Makna, dan Penerapannya
Ilustrasi penerapan pasal 29 ayat 2 (unsplash/@hakannural)
Life

Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945: Bunyi, Makna, dan Penerapannya

Rabu, 19 Januari 2022 19:01 WIB 19 Januari 2022, 19:01 WIB

INDOZONE.ID - Indonesia adalah negara yang plural, karena mengakui enam agama berbeda yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Meski begitu, Indonesia menganut paham demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan penduduknya memeluk suatu agama.

Aturan ini bahkan sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya pasal 29 ayat 2.

Lantas, bagaimana bunyi pasal 29 ayat 2 UUD 1945? Bagaimana pula makna dan penerapannya dalam kehidupan? Simak rangkuman Indozone berikut, ya!

Bunyi Pasal 29 Ayat 2

pasal 29 ayat 2
Ilustrasi contoh pasal 29 ayat 2 (unsplash/@hakannural)

Pasal 29 ayat 2 memuat tentang kebebasan beragama bagi setiap warga negara Indonesia, baik untuk memilih agama maupun melaksanakan ibadahnya.

Adapun bunyi pasal 29 ayat 2 yang tercantum dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut:

"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."

Tak hanya dijamin oleh UUD 1945, kebebasan beragama juga diakui secara internasional karena termasuk dalam Hak Asasi Manusia (HAM).

Bahkan, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menandatangani dokumen yang disebut Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Adapun pasal 2 DUHAM berbunyi:

"Setiap orang berhak atas kemerdekaan berpikir, berkeyakinan dan beragama; hak ini mencakup kebebasan untuk berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan untuk menjalankan agama atau kepercayaannya dalam kegiatan pengajaran, peribadatan, pemujaan dan ketaatan, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum atau secara pribadi."

Kebebasan beragama turut dinyatakan secara detail dalam pasal 18 Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang diratifikasi pemerintah Indonesia melalui UU Nomor 12 Tahun 2005, yaitu:

  1. Setiap negara berhak atas kebebasan berpikir, keyakinan dan beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menetapkan agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri dan kebebasan, baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, baik di tempat umum atau tertutup, untuk menjalankan agama dan kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, pentaatan, pengamalan dan pengajaran.

  2. Tidak seorangpun dapat dipaksa sehingga terganggu kebebasannya untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaan sesuai dengan pilihannya.

  3. Kebebasan menjalankan dan menentukan agama atau kepercayaan seseorang hanya dapat dibatasi oleh ketentuan berdasarkan undang-undang, dan yang diperlukan untuk melindungi keamanan, ketertiban, kesehatan, atau moral masyarakat, atau hak-hak dan kebebasan dasar orang lain.

  4. Negara pihak dalam Kovenan ini berjanji untuk menghormati kebebasan orang tua dan apabila diakui, wali hukum yang sah untuk memastikan bahwa pendidikan agama dan moral bagi anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan mereka sendiri.

Makna Pasal 29 Ayat 2

bunyi pasal 29 ayat 2
Ilustrasi contoh pasal 29 ayat 2 (unsplash/@pedrolimadias_)

Berdasarkan bunyi pasal 29 ayat 2 UUD 1945 di atas, tersurat makna yang terkandung di dalamnya.

Makna pasal 29 ayat 2 menegaskan bahwa negara Indonesia membebaskan rakyatnya memeluk agama sesuai kepercayaan yang dianutnya.

Tak sampai di situ, negara Indonesia juga akan menjamin dan melindungi setiap pemeluk agama agar dapat beribadah menurut kepercayaan masing-masing.

Budiyono dalam Politik Hukum Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan di Indonesia (2013) menyebutkan bahwa negara bertanggung jawab memberikan jaminan dan perlindungan kepada setiap penduduk untuk memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaanya.

Sebab, peran negara diperlukan untuk menciptakan dan memelihara suasana kebebasan beragama dan kerukunan umat beragama guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang aman, damai, sejahtera, dan bersatu.

Pasal 29 ayat 2 juga mencerminkan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga agama mendapatkan legitimasi filosofis, yuridis, dan politis dalam negara.

Penerapan Pasal 29 Ayat 2

pasal 29 ayat 2 uud 1945
Ilustrasi contoh pasal 29 ayat 2 (unsplash/@levimeirclancy)

UUD 1945 pasal 29 ayat 2 dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.

Tujuannya, agar setiap masyarakat Indonesia merasakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang penuh keanekaragaman.

Dengan begitu, kerukunan dan kedamaian antarumat beragama bisa tercipta. Adapun contoh penerapan pasal 29 ayat 2 UUD 1945 adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan sarana ibadah bagi setiap agama.
  • Menetapkan hari besar keagaamaan sebagai hari libur nasional.
  • Tidak memaksakan orang lain untuk memeluk agama tertentu.
  • Memeluk suatu agama tanpa ada paksaan.
  • Melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan.
  • Tidak mendiskriminasi orang lani yang berbeda agama.

Demikianlah penjelasan mengenai pasal 29 ayat 2 lengkap dengan bunyi, makna, dan penerapannya. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ikhsan
Indriyana
Ikhsan

Ikhsan

Editor
Indriyana

Indriyana

Writer
JOIN US
JOIN US