The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ronny Gani: Animator Indonesia Harus Bersaing Secara Internasional
Pendiri Bengkel Animasi, Ronny Gani. (Indozone/Hindra)
Life

Ronny Gani: Animator Indonesia Harus Bersaing Secara Internasional

Saatnya animator Indonesia berkancah ke luar negeri

Senin, 18 November 2019 12:15 WIB 18 November 2019, 12:15 WIB

INDOZONE.ID - Industri animasi dan computer graphics (CG) di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang signifikan.

Diprediksi ke depannya bidang ini dapat berkembang lebih besar menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. 

Namun sayangnya kondisi yang produktif ini berbanding terbalik dengan ketersediaan tenaga kerja yang ada. 

Studio-studio animasi yang ada di Indonesia masih kekurangan dan kesulitan dalam mencari sumber daya manusia (SDM) baru yang sesuai dengan standar kualitas perusahaan mereka.

Hal tersebut memotivasi Ronny Gani dalam mendirikan Bengkel Animasi yang fokus dalam upaya meningkatkan kualitas animator muda, melalui program-program pelatihan yang intensif dan melibatkan para praktisi dan perusahaan-perusahaan animasi di Indonesia.

BEAST 2019
Ronny Gani. (Indozone/Hindra)

“Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. Namun dari segi kualitas, harus diakui adanya ketertinggalan jika dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara," ujar Ronny Gani, pendiri dari Bengkel Animasi.

"Kualitas animator Indonesia yang harus mampu bersaing secara internasional menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dan perkembangan industri animasi kita,” tambahnya. 

Event BEAST 2019 yang menghadirkan tujuh tokoh animator kelas dunia asal Indonesia diharapkan dapat membagi informasi dan pengetahuan sekaligus pengalaman mereka selama berkarir di studio animasi besar di dalam dan luar negeri. 

Hal ini tentu dapat menambah wawasan untuk para peserta dalam mengembangkan skill mereka hingga nantinya dapat bersaing di kancah internasional.

Ronny Gani merupakan animator Indonesia yang sukses mengantar beberapa film animasi kelas dunia ke puncak box office. 

Pengalamannya bekerja di bagian visual effects dari Industrial Light & Magic Singapore yang merupakan anak perusahaan Lucas Film (pembuat film seri Star Wars) memberinya kesempatan untuk mengerjakan film-film Marvel Studio seperti The Avengers (2012), Avengers: Age of Ultron (2015), Ant-man (2015) dan Avengers: Infinity War (2018).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Richardo
Richardo

Richardo

Writer
Richardo

Richardo

Reporter
JOIN US
JOIN US