The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Surat Al-Kafirun Ayat 1-6 dengan Latin, Arti, dan Keutamaannya
Ilustrasi surat Al-Kafirun (photo/pexels/@ali-burhan-40040645)
Life

Surat Al-Kafirun Ayat 1-6 dengan Latin, Arti, dan Keutamaannya

Sabtu, 04 Desember 2021 17:49 WIB 04 Desember 2021, 17:49 WIB

INDOZONE.ID - Surat Al-Kafirun adalah surat ke-109 di dalam Al-Quran setelah surat Al-Kautsar dan sebelum surat An-Nasr.

Surat ini terdiri atas 6 ayat dan diturunkan di kota Mekkah, sehingga digolongkan sebagai surat Makkiyah.

Sesuai dengan namanya, surat Al-Kafirun mengisahkan tentang orang-orang Kafir pada masa Nabi Muhammad SAW.

Kalau kamu mencari bacaan surat Al-Kafirun latin dan apa arti surat Al-Kafirun ayat 1-6, simak ulasan Indozone berikut ini.

Surat Al-Kafirun

surat al kafirun
Surat Al-Kafirun

Nama surat Al-Kafirun diambil dari ayat pertama yaitu al kaafiruun yang artinya "orang-orang kafir".

Adapun bacaan surat Al-Kafirun latin ayat 1-6 lengkap dengan artinya yakni sebagai berikut:

Qul yaa ayyuhal kaafiruun

Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!

Laa a'budu maa ta' buduun

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Wa laa antum 'aabiduuna maa a' bud

Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.

Wa laa ana 'aabidum maa 'abattum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

Wa laa antum 'aabiduuna maa a' bud

Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

Lakum diinukum wa liya diin

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

Makna Surat Al-Kafirun

arti surat al kafirun
Ilustrasi surat Al-Kafirun dalam Al-Quran (photo/pexels/@rodnae-prod)

Surat Al-Kafirun memiliki makna yang kuat tentang toleransi beragama tanpa mengganggu akidah masing-masing pemeluk agama.

Arti surat Al-Kafirun menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menolak dengan tegas untuk menyembah Tuhan selain Allah SWT.

Surat ini diturunkan Allah SWT untuk menjawab penawaran kaum musyrikin Quraisy kepada Rasulullah SAW.

Pada masa penyebaran agama Islam di Mekkah, kaum Quraisy mengajak Rasulullah SAW untuk menyembah tuhan mereka selama satu tahun.

Sebaliknya, mereka berjanji akan menyembah Allah SWT sesuai dengan konsep Islam. Kaum Quraisy berkata:

"Hai Muhammad! Mari kita bersama-sama menyembah apa yang kami sembah, dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah, dan kita akan bersekutu (bekerja sama) dalam segala hal, dan engkaulah yang memimpin kami."

Rasulullah SAW tentu menentang penawaran kaum Quraisy tersebut, dan Allah SWT pun menurunkan surat Al-Kafirun.

Keutamaan Surat Al-Kafirun

al kafirun
Ilustrasi surat Al-Kafirun (photo/pexels/@ali-burhan-40040645)

Surat Al-Kafirun bukan hanya mengisahkan tentang orang-orang kafir dari kaum Quraisy, melainkan juga tentang sikap umat Muslim kepada pemeluk agama lain.

Selain itu, surat Al-Kafirun juga memiliki keutamaan yang istimewa lainnya. Inilah beberapa keutamaan surat Al-Kafirun yang bisa diamalkan:

1. Mengajarkan toleransi beragama

Surat Al-Kafirun menjadi salah satu surat dalam Al-Quran yang mengajarkan toleransi antar umat beragama.

Hal ini tercantum pada ayat terakhir surat Al-Kafirun, yang artinya berbunyi:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Sikap toleransi yang dimaksud adalah sikap tidak memaksakan keyakinan umat Muslim terhadap keyakinan umat non-Muslim, karena Islam tidak mengajarkan dengan paksaan.

2. Memperkuat keimanan

Membaca surat Al-Kafirun secara rutin diketahui dapat memperkuat keimanan umat Muslim.

Karena surat Al-Kafirun menunjukkan ketaatan umat Muslim untuk tidak menyembah tuhan selain Allah SWT.

3. Menghindari gangguan iblis

Surat Al-Kafirun adalah surat yang paling ditakuti oleh iblis, sesuai yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

"Tidak ada dalam Al-Quran yang lebih menakutkan bagi iblis daripada Qul ya ayyuhAl-Kafirun, sebab ia adalah tauhid dan pembebas dari kemusyrikan."

4. Mendapatkan pahala seperempat Al-Quran

Keutamaan surat Al-Kafirun yang tak kalah istimewa, karena pahala yang diperoleh saat membaca surat Al-Kafirun setara dengan membaca seperempat Al-Quran, seperti yang diriwayatkan Ibnu Umar:

"Qul huwallahu ahad menyamai sepertiga Al-Quran dan Qul yaa ayuhal kaafiruun menyamai seperempat Al-Quran. Beliau (Rasulullah SAW) membaca kedua surat itu dalam dua rakaat fajar." (HR. Thabrani dan Abu Ya'la; hasan).

5. Menghilangkan kemusyrikan

Surat Al-Kafirun juga dapat menyadarkan seseorang dari kemusyrikan karena menyekutukan Allah SWT. Imam Ja'far 'alayhis salaam berkata:

"Bacalah surat 7x dalam 1 hari untuk menjaga iman. Barang siapa membiasakan membacanya pada waktu matahari terbit dan terbenam maka ia akan dilindungi dari keraguan, kesyirikan, dan keyakinan yang buruk."


Demikianlah penjelasan mengenai surat Al-Kafirun lengkap dengan bacaan latin, arti, makna, dan keutamaannya. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri
Indriyana
Putri

Putri

Editor
Indriyana

Indriyana

Writer
JOIN US
JOIN US