The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ghislaine Maxwell, Sosok Dibalik Skandal Seks Milarder Jeffrey Epstein Divonis Bersalah
Ghislaine Maxwell saat bersama Jeffrey Epstein. (Foto/The Sun)
Life

Ghislaine Maxwell, Sosok Dibalik Skandal Seks Milarder Jeffrey Epstein Divonis Bersalah

Jumat, 31 Desember 2021 14:22 WIB 31 Desember 2021, 14:22 WIB

INDOZONE.ID - Seperti yang sudah diperkirakan publik, Ghislaine Maxwell kaki tangan jutawan Amerika Jeffrey Epstein dinyatakan bersalah di pengadilan AS menyediakan gadis-gadis muda untuk dilecehkan secara seksual.

Seperti yang dilansir Anadolu, juri pengadilan memutuskan Maxwell, 60, dinyatakan bersalah atas lima dari enam tuduhan yang berkaitan dengan skema perdagangan seks di mana dia  menyediakan gadis-gadi di bawah umur untuk dilecehkan secara seksual oleh pacarnya, mendiang Jeffrey Epstein.

Maxwell dinyatakan bersalah atas perdagangan seks anak di bawah umur, membawa anak di bawah umur dengan maksud untuk terlibat dalam tindakan kriminal dalam aktivitas seksual dan tiga tuduhan konspirasi terkait.

Berdasarkan kantor berita AS, terdakwa menghadapi hukuman hingga 65 tahun yang membuatnya bisa membusuk di dalam penjara.

Putri dari raksasa media mendiang Robert Maxwell, Ghislaine Maxwell adalah sahabat dekat dari Epstein.

Dia dihukum karena merekrut gadis-gadis berusia 14 tahun untuk di bawa ke perkebunan Epstein pemodal kaya di New York, Florida dan New Mexico.

Sesampai di sana, mereka diperkosa, diduga dengan berbagai individu, menurut kantor berita Turki.

Seorang pilot mengatakan mereka menerbangkan banyak tokoh terkenal ke perkebunan Epstein. Meskipun tidak ada tuduhan yang diajukan terhadap mereka, nama-nama yang disebutkan termasuk Pangeran Andrew dari kerajaan Inggris, yang merupakan putra Ratu Elizabeth II, dan mantan presiden AS Bill Clinton hingga Donald Trump Anadolu.

Epstein, yang kekayaannya dipatok sekitar 500 juta dollar AS saat kematiannya, melakukan tindakan bunuh diri saat menunggu persidangan. Dia ditemukan gantung diri di sel penjara Kota New York pada 2019.

Seperti yang dilaporkan kejahatan Epstein itu terjadi mulai periode 1990-an dan awal 2000-an.

Sebanyak 30 orang saksi dihadirkan dalam pengadilan untuk mendengarkan kesaksian mereka selama periode tiga minggu, termasuk dari satu korban yang disebut sebagai Carolyn.

Carolyn mengatakan kepada pengadilan bahwa dia saat itu masih berusia 14 tahun dan merupakan remaja kurang mampu yang tinggal di dekat perkebunan Epstein di Florida. Dia mengaku menerima tawaran uang 100 dolar sebagai imbalan.

Maxwell lah yang mengatur semua itu, kata Carolyn seperti yang dilaporkan.

Sementara itu Pengacara Maxwell berpendapat bahwa tuduhan terhadap kliennya harusnya ditujukan kepada Jeffrey Epstein sebagai pelaku utama. Tapi dia bukan Jeffrey Epstein dan dia tidak seperti Jeffrey Epstein.

"Juri dengan suara bulat memutuskan Ghislaine Maxwell bersalah atas salah satu kejahatan terburuk yang bisa dibayangkan, memfasilitasi dan berpartisipasi dalam pelecehan seksual terhadap anak-anak," kata Jaksa AS Damian Williams dalam sebuah pernyataan.

"Kejahatan yang dia lakukan dengan pasangan lama dan rekan konspiratornya, Jeffrey Epstein. Jalan menuju keadilan sudah terlalu panjang. Tapi, hari ini, keadilan telah ditegakkan," katanya seperti dilansir situ UPI.

Williams juga memuji keberanian para wanita yang bersaksi melawan Maxwell.

"Keberanian dan kesediaan mereka untuk menghadapi pelaku membuat kasus ini, dan hasilnya hari ini menjadi mungkin," katanya.

Selama persidangan, jaksa menyebut Maxwell sebagai 'predator canggih' yang memanipulasi korbannya dengan merencanakan mereka untuk dilecehkan secara seksual. 

Annie Farmer dan tiga wanita lain yang diidentifikasi sebagai korban yakni Carolyn, Kate dan Jane bersaksi bahwa Maxwell membawa mereka ke rumah Epstein untuk melakukan pijatan seksual untuknya setelah bertemu saat mereka remaja.

Jaksa mengatakan motif Maxwell membantu perdagangan seks Epstein terungkap melalui catatan bank di pengadilan.

Berdasarkan transaksi perbangkan Epstein telah membayar Maxwell sekitar $ 30,7 juta antara 1999 dan 2007 seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AS.

Sementara itu Daily Mail, surat kabar harian Inggris mengatakan bahwa Maxwell bersedia untuk membeberkan orang-orang yang terlibat dalam perdagangan seks itu untuk mengurangi masa hukumannya yang lama di penjara.

Diketahui Maxwell dikenal dekat dengan Pangeran Andrew, putra kedua Ratu Inggris, keterlibatan ini telah lama dicari jaksa AS, tetapi sang pangeran dengan keras membantah terlibat hubungan seks dengan Virginia Roberts-Giuffre, seorang wanita muda yang menjadi 'budak seks' Epstein dan Maxwell.

Namun sang pangeran bakal menghadapi kesulitan, hakim di AS akan mengumumkan membuka kasus atas tuduhan kalau pangeran Andrew telah melakukan pelecehan seksual pada awal minggu depan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US