The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Vaksin 'Hilang', Penduduk Asli Bolivia Gagal Vaksinasi
Penduduk Bolivia saat melakukan vaksinasi (REUTERS/Manuel Claure)
Life

Vaksin 'Hilang', Penduduk Asli Bolivia Gagal Vaksinasi

Jumat, 30 Juli 2021 16:03 WIB 30 Juli 2021, 16:03 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Bolivia memberikan lebih dari 3,1 juta dosis vaksin, bagi 13,5 persen populasinya dengan asumsi setiap orang memerlukan 2 dosis.

Namun, ada penundaan pengiriman vaksin Sputnik V dari Rusia yang membuat pemerintah beralih ke vaksin Sinopharm dan menerima vaksin Janssen buatan Johnson & Johnson lewat mekanisme COVAX. Mereka berjanji untuk mengirimkan ke daerah pedesaan.

Vaksinasi massal salah satunya dilakukan di alun-alun kota. Vaksinasi itu disambut baik oleh warga, salah satunya Fausto Lopez dan sang istri Petronila Mollo. Mereka datang dari dataran tinggi di Uru Chipaya dengan bersemangat karena akhirnya mereka akan disuntik vaksin.

Sesampainya disana, Lopez melihat banyak media diundang untuk meliput acara. Namun, acara yang dinanti tak berlangsung sesuai rencana. Vaksin yang ditunggu, tak kunjung tiba. Lopez merasa kecewa lantaran ia telah jauh datang ke kota besar dari Uru Chipaya yang memakan waktu 8 jam perjalanan hanya demi bisa vaksin.

"Ketika vaksin akan datang orang-orang sedikit gugup, tapi kemudian vaksinnya hilang dan orang-orang tak jadi divaksin, itulah yang terjadi," kata Lopez.

Mengenai kasus tidak datangnya vaksin, anggota Menkes, Osman Calvimontes Subieta menolak untuk memberikan komentar.

Meskipun pemerintah telah memberikan vaksin sebanyak 3,1 juta dosis, namun anggota legislatif Cecilia Moyoviri dan aktivis setempat Alex Villca, mengkritik jika vaksin yang diberikan ternyata masih kurang.

"Ada ketidakadilan dalam distribusi vaksin," kata Toribia Lero, kepala komite penduduk asli di majelis rendah deputi Bolivia.

"Masih belum ada data tentang bagaimana vaksin didistribusikan ke komunitas adat. Dalam banyak kesempatan, kementerian pergi ke sebuah kota atau bertemu para pemimpin hanya untuk berfoto." sambungnya.

Lero mengatakan para legislator akan menyelidiki apa yang terjadi di Uru Chipaya.

"Kami akan melakukan penyelidikan tentang hal itu karena penduduk asli tidak boleh lagi terkena risiko," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US