Berjuang di Garda Terdepan, Ini Kisah Perawat Melawan Corona
Anggraeni, tenaga medis corona. (Dok. Likee).
Life

Berjuang di Garda Terdepan, Ini Kisah Perawat Melawan Corona

Sempat sakit.

Sabtu, 04 April 2020 17:30 WIB 04 April 2020, 17:30 WIB

INDOZONE.ID - Tenaga medis kini berada di garda terdepan dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19). Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang tak kenal waktu, tenaga, bahkan risiko tertular virus mematikan itu saar merawat pasien Covid-19.

Seperti kisah Anggriani, perempuan asal Medan yang kini berprofesi sebagai perawat. Ia mengaku menangai pasien postif Covid-19 memang memilki tantangan tersendiri.

Perempuan yang akrab disapa Anggi ini pun menceritakan pengalamannya saat berhadapan dengan pasien Covid-19 setelah kasus pertama di Jakarta dikonfirmasi.

“Awalnya ada dokter rumah sakit kami yang memiliki keluhan kurang enak badan. Kami memberikan perawatan seperti biasa. Lima hari kemudian, pak dokter dijemput ambulans karena keluhan sesak nafas. Setelah ditelusuri, ternyata pak dokter baru saja melakukan perjalanan ke beberapa negara. Berhubung kami belum memiliki alat pendeteksi, hasil tes harus dikirimkan ke Jakarta yang hasilnya keluar sekitar 3-5 hari. Entah gejala psikosomatis, aku jadi demam dan batuk," ungkap Anggi dikutip dari siaran  yang diterima Indozone.

Perawat pasien Covid-19.
Anggraeni, perawat pasien Covid-19. (Dok. Likee).

Berpikir dipicu gejala psikosomatis, gejala yang muncul saat stres sehingga memengaruhi kondisi fisik, Anggi mengaku kondisi tubuhnya kian memburuk.

Demi berjaga-jaga dan mengamankan kondisi yang lainnya terutama pasien, Anggi diliburkan agar dapat beristirahat di rumah karena gejala batuk dan demam selama 14 hari. Saat tahap pemulihan diri, Anggi mendapat kabar bahwa sang dokter meninggal dunia, beberapa jam sebelum hasil tes keluar yang menyatakan sang dokter positif virus corona. 

“Mendengar kabar duka tentang pak dokter, aku dan rekan lainnya terkejut. Kami semua sedih dan menangis bersama. Semenjak itu, karena aku yang tinggal sendiri, aku lebih berhati-hati saat merawat diriku sendiri di masa karantina. Aku banyak mencari referensi dan melakukan segala anjuran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain untuk kesembuhanku, aku berpikir jika aku semakin cepat membaik, maka aku bisa semakin cepat membantu para pasien," sambungnya.

Selum kembali bekerja, Anggi melakukan upaya lain untuk menghentikan penyebaran virus corona. Satu-satunya cara adalah berbagi kepada khalayak lewat media sosial.

Anggi muali membuat video di Likee yang menyuarakan pesan kebaikan tentang kesehatan. Inisiatif tersebut dimulai sejak penyebaran Covid-19 di Indonesia. Anggi membagikan berbagai tips seperti bagaimana virus menyebar dan tips pencegahannya.

Tidak hanya tentang Covid-19, Anggi juga berbagi tips kesehatan lain untuk mencegah gigi tidak berlubang, menjaga daya tahan tubuh, dan tips bermanfaat lainnya.

“Sebenarnya aku itu bisa dibilang gaptek karena memang nggak familiar dan nggak pakai media sosial. Sebagai orang yang bekerja di rumah sakit, aku cuma fokus sama pekerjaanku sebagai perawat," tutur Anggi.

Dengan kemapuan tambahan bermain musik, Anggi mengisi postingan dengan bernyanyi dan bermain gitar. Intinya ia ingin berbagi kebaikan lewat cara apa pun.

"Akumerasa bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar supaya aku nggak menjerumuskan pengguna lain. Aku harap pengguna lain juga dapat melakukan hal yang sama. Melawan wabah ini bisa dengan cara apa saja, aku berjuang di dunia nyata dan dunia maya," tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Vessy Dwi

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US