The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terlalu Cepat Punya Anak Dapat Tingkatkan Risiko Perceraian bagi Pasangan Suami Istri
Ilustrasi pasangan menikah. (Pixabay/racjunior)
Life

Terlalu Cepat Punya Anak Dapat Tingkatkan Risiko Perceraian bagi Pasangan Suami Istri

Kamis, 10 Maret 2022 13:45 WIB 10 Maret 2022, 13:45 WIB

INDOZONE.ID - Tidak ada jaminan bahwa pernikahan kamu dapat bertahan dalam ujian waktu. Ada banyak persoalan yang kadang membuat pasangan suami istri memilih untuk berpisah.

Berbagai alasan yang membuat pasangan berpisah, mulai dari kurangnya komunikasi hingga perselingkuhan.

Meski tidak ada tanda apa pun yang dapat memberi tahu bahwa hubungan kamu sedang berada diambang kehancuran. Tapi, ada beberapa faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko perceraian.

Dilansir Best Life, menurut penelitian, pasangan yang melakukan hal ini setelah menikah lebih mungkin untuk berpisah.

CDC merilis sebuah laporan pada tahun 2012 yang memberikan wawasan tentang pernikahan antara pria dan wanita di Amerika Serikat.

CDC menggunakan sampel perwakilan nasional lebih dari 12.000 wanita dan lebih dari 10.000 pria berusia 15 hingga 44 tahun dari 2006 hingga 2010 untuk menganalisis dan merilis temuan tentang  tren dan perbedaan status perkawinan berdasarkan sejumlah faktor yang berbeda.

Baca juga: Viral Pernikahan Beda Agama, Wamenag: Tidak Tercatat di KUA!

Menurut laporan CDC, waktu kelahiran pertama mempengaruhi seberapa pernikahan akan bertahan bagi wanita dan pria.

Perempuan dan laki-laki yang menunggu delapan bulan atau lebih untuk memiliki anak pertama mereka setelah mereka menikah memiliki kemungkinan yang lebih tinggi memiliki pernikahan lebih lama, setidaknya 15 tahun.

Wanita yang melahirkan anak pertama dalam rentang waktu tersebut memiliki peluang 77 persen lebih tinggi untuk mencapai usia pernikahan 15 tahun.

Sementara wanita yang memiliki konsepsi pranikah, artinya anak pertama mereka lahir dalam waktu tujuh bulan setelah pernikahan, hanya 48 persen mencapai usia pernikahan 15 tahun.

Kemudian pria yang anak pertamanya lahir delapan bulan atau lebih setelah pernikahan mereka 78 persen lebih mungkin untuk memiliki setidaknya 15 tahun pernikahan.

Sementara itu, pria yang memiliki anak pertama sebelum menikah hanya memiliki kemungkinan 48 persen pernikahan  bertahan setidaknya 15 tahun.

Dan wanita yang melahirkan anak pertama sebelum menikah hanya memiliki peluang 44 persen untuk mempertahankan pernikahan selama 15 tahun.

Memiliki anak setidaknya delapan bulan setelah pernikahan sudah cukup meningkatkan peluang untuk memiliki pernikahan yang bertahan lama.

Menurut John Gottman , PhD, seorang psikoterapis, mengatakan risiko perceraian bagi pasangan muda paling tinggi dalam tujuh tahun pernikahan.

Salah satu penelitian Gottman menemukan bahwa 67 persen pasangan melaporkan penurunan kepuasan hubungan setelah kelahiran bayi pertama mereka.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Fitri

Fitri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US