The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Benarkah Kamu Produktif atau Hanya Toxic Productivity? Ini Bedanya
Ilustrasi bekerja. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Life

Benarkah Kamu Produktif atau Hanya Toxic Productivity? Ini Bedanya

Dan solusinya.

Jumat, 08 Oktober 2021 15:18 WIB 08 Oktober 2021, 15:18 WIB

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira dirinya produktif hanya dengan melakukan sesuatu. Padahal, bisa jadi itu hanya toxic productivity.

Pada umumnya, toxic productivity adalah istilah lain dari “overworking”, “workaholic”, dan kata-kata yang menggambarkanmu sebagai pribadi yang terlalu banyak bekerja hingga mengesampingkan istirahat.

"Toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu. Ujung-ujungnya, mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari," kata salah satu psikolog Riliv, Graheta Rara Purwasono dalam keterangan yang diterima Indozone, Jumat (8/10/2021).

Pada akhirnya, tidak ada quality time bersama teman dan keluarga buatmu, apalagi waktu untuk me time. Ini karena kamu terlalu sibuk bekerja setiap saat.

Graheta pun memberikan solusi untukmu yang terjebak dalam toxic productivity.

1. Buat Batasan yang Jelas

Ketika pekerjaan adalah satu-satunya hal yang berputar dalam pikiranmu, maka sulit untuk memikirkan hal lain yang sama pentingnya. Kamu jadi tidak mendapatkan istirahat yang berkualitas atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Nah, kamu bisa menentukan batasan yang mengubah mindset-mu dari yang hanya memikirkan pekerjaan ke hal-hal lain yang berarti dalam hidup, seperti tidak boleh bekerja selama tiga jam tanpa diselingi istirahat; harus quality time dengan keluarga di minggu ini; harus tidur cukup selama 8 jam setiap hari

2. Terapkan "Professional Detachment"

Khusus buat kamu yang meeting lima kali dalam sehari, atau lebih. Ingat, ada yang lebih penting daripada pekerjaan, dan itu adalah kesehatan fisik dan mentalmu sendiri.

Pahami bahwa menjadi pekerja bukanlah identitasmu satu-satunya. Kamu bukan hanya seorang pekerja, tetapi juga orang tua, pacar, teman, dan lain sebagainya.

"Saat kamu menerapkan “professional detachment”, kamu memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang akan kamu tangani setelah menjalankan tanggung jawab lain di luar itu," kata Graheta.

BACA JUGA: 5 Cara Menghadapi Pikiran-pikiran Negatif

3. Praktikkan Mindfulness

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau mindfulness dapat membantumu berhubungan dengan dunia dengan cara yang lebih sehat.

Melalui mindfulness, kamu akan lebih mudah untuk menyadari apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiranmu, dan hal itu bukan toxic productivity.

"Kamu dapat menerapkan mindfulness dengan meditasi di Riliv Hening. Mudah dan praktis. Hanya perlu duduk diam, pejamkan mata, dan pikiranmu akan dijernihkan," pungkasnya.



Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Utami Evi Riyani
JOIN US
JOIN US