The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

5 Rukun Nikah dalam Islam yang Wajib Umat Muslim Pahami
Ilustrasi pernikahan (unsplash.com/@drewcoffman)
Life

5 Rukun Nikah dalam Islam yang Wajib Umat Muslim Pahami

Rukun nikah wajib dipenuhi

Selasa, 17 Mei 2022 18:07 WIB 17 Mei 2022, 18:07 WIB

INDOZONE.ID - Setiap umat Muslim yang ingin melangsungkan pernikahan perlu memenuhi rukun nikah terlebih dahulu. Rukun nikah ini merupakan dasar yang menentukan sah atau tidaknya suatu pernikahan. 

Rukun itu sendiri harus dipenuhi karena merupakan bagian dari ibadah. Dalam hal ini, nikah merupakan ibadah dan bersifat menyempurnakan agama.

Dikutip dari Imam Zakaria al-Anshari dalam Fathul Wahab bi Syarhi Minhaj al-Thalab (Beirut: Dar al-Fikr), juz 11, hal. 41, rukun nikah ialah:

“Pasal tentang rukun-rukun nikah dan lainnya. Rukun-rukun nikah ada lima, yaitu mempelai pria, mempelai wanita, wali, dua saksi, dan sighat.”

Berikut ini beberapa rukun nikah yang wajib umat Muslim pahami

1. Calon Mempelai Pria 

rukun nikah
Ilustrasi mempelai pria (unsplash.com/@heathamilla)

Rukun nikah yang pertama adalah adanya calon mempelari pria. Tanpa kehadiran mempelai pria, pernikahan tidak akan mungkin dijalankan. Jika mempelai pria diwakilkan pun, pernikahan yang dijalankan akan menjadi tidak sah. 

selain calon mempelai pria harus hadir, Ia pun harus memenuhi syarat menjadi mempelai pria dalam Islam. Syarat mempelai pria tersebut diantaranya, beragama islam, laki-laki asli (tulen), bukan mahram, dan mengetahui wali yang benar bagi akad nikah. 

Tak hanya itu, mempelai pria juga tidak boleh dalam keadaan menikah dan mempunyai 4 orang istri dalam satu waktu, tidak dalam suasana haji atau umrah, dan paham bahwa wanita yang akan dinikahi dah hukumnya dijadikan sebagai istri. 

2. Calon Mempelai Wanita 

rukun nikah
Ilustrasi mempelai wanita (instagram.com/thebridestory)

Masih sama seperti calon mempelai pria, calon mempelai, yang menjadi rukun nikah kedua, juga harus hadir dalam pernikahan. Jika ada mempelai wanita, maka pernikahan tidak bisa dijalankan. Selain itu, jika mempelai wanita diwakilkan, pernikahan juga menjadi tidak sah. 

Selain itu, calon mempelai wanita juga harus dipastikan memeuhi syarat sebagai calon pengantin wanita dalam Islam. Syarat mempelai wanita tersebut diantaranya, beragama Islam, perempuan asli (tulen), bukan mahram, akil baligh dan bukan seorang khuntsa (mempunyai dua alat kelamin). 

Calon mempelai wanita pun tidak boleh dalam keadaan berhaji atau umrah dan tidak dalam masa iddah (waktu menunggu sejenak sebelum menikah), bukan istri orang lain. 

3. Wali Nikah 

rukun nikah
Ilustrasi wali nikah (sumsel.kemenag.go.id)

Setelah kedua mempelai pernikahan ada, wali nikah menjadi rukun nikah ketiga yang harus dipenuhi. Dalam hal ini, wali nikah adalah seseorang yang memiliki hak penuh untuk menikahkan pengantin wanita dengan pengantin wanita.

Biasanya, wali nikah bisa datang dari ayah, kakek, saudara laki-laki kandung (kakak ataupun adik), saudara laki-laki seayah, paman (saudara laki-laki ayah), anak laki-laki paman dari jalur ayah, dan wali hakim jika memenuhi syarat menjadi wali.

Dalam hal ini, jika menghadirkan wali hakim, artinya wali nasab sudah tidak ada atau tidak mungkin untuk menghadirkannya karena tidak diketahui tempat tinggalnya. 

Merujuk pada hadis shohih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, no. 1021, Rasulullah SAW bersabda:

“Wanita manapun yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahannya adalah batil, maka pernikahannya adalah batil, maka pernikahannya adalah batil”.

4. Dua Orang Saksi 

rukun nikah
Ilustrasi saksi nikah (diskominfo.sumutprov.go.id)

“Tidak ada nikah kecuali bersama wali dan dua saksi yang adil.” (HR. Al-Khamsah kecuali Imam An-Nasa’i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwa’ no. 1839, 1858, dan Shahihul Jami’ no. 7556, 7557).

Sesuai dengan hadist tersebut, dua orang saksi menjadi rukun nikah keempat yang harus dipenuhi. Tanpa adanya saksi, pernikahan yang dijalankan tidak akan sah. 

Keberadaan saksi dalam pernikahan memperkuat sebuah janji suci yang diucapkan mempelai dan pihak-pihaknya saat melangsungkan pernikahan. 

Saksi dapat dihadirkan dari pihak keluarga maupun dari pihak lain yang masih menjadi kerabat. 

5. Ijab Qabul 

rukun nikah
Ilustrasi akad nikah (poetrafoto.wordpress.com)

Rukun pernikahan yang terakhir adalah adanya ijab qabul. Ijab qabul adalah ucapan janji suci yang diucapkan oleh orang tua atau wali untuk menikahkan mempelai wanita kepada mempelai pria.

Ijab dilakukan oleh orang tua atau pihak wali mempelai wanita, sementara itu qabul dilakukan oleh mempelai laki-laki atau wakilnya.

Ijab qabul harus dilakukan dalam satu nafas dan tidak boleh ada jarak yang lama antara ijab dan qabul karena bisa merusak kesatuan akad dan kelangsungan akad. 

Itulah beberapa rukun nikah yang wajib umat Muslim pahami. Ketika rukun nikah telah dipenuhi, pastikan untuk mempersiapkan diri lahir batin untuk masuk dalam pernikahan dan penuhi syarat sah nikah.  

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ikhsan
Ainal Zahra Nabila
JOIN US
JOIN US