The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sederet Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Dunia Kerja, Ladies Pernah Mengalami?
Ilustrasi wanita karier (Unsplash/Cecilie_Arcurs)
Life

Sederet Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Dunia Kerja, Ladies Pernah Mengalami?

Kesenjangan gender.

Senin, 28 Maret 2022 11:07 WIB 28 Maret 2022, 11:07 WIB

INDOZONE.ID - Di era modern ini, dunia kerja harusnya bisa meyeimbangkan antara hak karyawan pria dengan wanita karier. Namun sayang kesenjangan gender di tempat kerja masih saja kerap terjadi. 
 
Ya, banyak perempuan yang masih saja menghadapi berbagai tantangan dan batasan di ruang kerja. Ladies mungkin terkadang tidak sadar bahwa sejumlah hal yang ditemui tersebut merupakan bentuk dari ketidaksetaraan.

Baca juga: 5 Cara Mengatur Waktu Kerja, Tips Agar Lebih Produktif!
 
Namun bila hal itu terus dibiarkan, tantangan ini bisa berujung pada semakin sempitnya ruang gerak perempuan. Akibatnya, progress perempuan di ranah profesional terancam mengalami kemunduran.
 
Oleh karena itu, Indozone telah merangkum informasi soal halangan dan tantangan yang biasa ditemui perempuan di lingkungan pekerjaan. Semoga ini bisa menjadi salah satu musabab yang membuat kita menjadi lebih aware terhadap hak-hak perempuan. 
 
Yuk simak selengkapnya!
 
1. Kesenjangan secara global

Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/GlobalStock)
Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/GlobalStock)

Mengutip dari laman Organisasi Buruh Internasional, International Labour Organization (ILO), kesenjangan gender (gender gap) di dunia pekerjaan masih cukup besar, yaitu 25 persen.
 
Bahkan secara global, persentase partisipasi perempuan sebagai tenaga kerja berada di bawah angka 47 persen sedangkan partisipasi laki-laki mencapai 72 persen. 
 
Belum lagi, kesenjangan yang terjadi di suatu negara secara spesifik. Ada yang persentase kesenjangannya melampaui 50 persen, loh!
 
Untuk di Indonesia sendiri, ILO mencatat kesenjangan gender mencapai 28 persen, dengan partisipasi laki-laki sebagai tenaga kerja mencapai 81,7 persen dan perempuan hanya 53,7 persen.
 
2. Selisih gaji yang jauh

Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/Morsa Images)
Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/Morsa Images)

Ketidaksetaraan gender di dunia pekerjaan juga tampak pada gaji yang diterima perempuan. Menurut estimasi ILO pada 2019, secara global, rata-rata pekerja perempuan menerima gaji 20 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki.
 
Situs resmi ILO merilis perempuan Indonesia memperoleh gaji 23 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal  jumlah perempuan pekerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi atau universitas masih lebih banyak ketimbang laki-laki. 
 
Tetapi ternyata pendidikan yang lebih tinggi belum berhasil menyempitkan kesenjangan gaji ini.
 
3. Peran gender

Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/Cecilie_Arcurs)
Ilustrasi kesenjangan di tempat kerja (Unsplash/Cecilie_Arcurs)

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran setiap gender terkadang menjadi tantangan dan halangan bagi perempuan untuk bisa bekerja. Menurut ILO, status pernikahan bisa menjadi sebuah langkah untuk memberikan penekanan terhadap peran gender.
 
Contohnya, di negara-negara maju, perempuan yang sudah menikah memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk bekerja atau untuk mencari pekerjaan. Hal ini dikarenakan adanya bias bahwa laki-laki adalah tulang punggung yang wajib menafkahi.
 
Namun di negara berkembang, jumlah perempuan yang mencari pekerjaan justru kian meningkat karena tuntutan ekonomi. Mereka pun akhirnya dihadapkan oleh tantangan baru, yaitu menyeimbangkan dunia pekerjaan dengan tanggung jawab rumah tangga.
 
4. Kurangnya transportasi aman

Ilustrasi wanita karier (Unsplash/ArtMarie)
Ilustrasi wanita karier (Unsplash/ArtMarie)

Salah satu tantangan dunia pekerjaan terbesar bagi perempuan di negara berkembang adalah masih kurangnya transportasi umum yang aman bagi mereka. 
 
Menurut ILO, perempuan sangat berisiko menghadapi pelecehan dan kekerasan seksual dalam perjalanan dengan menggunakan transportasi publik.
 
5. Tekanan untuk tetap diam di rumah

Ilustrasi ibu rumah tangga (Unsplash/DINphotogallery)
Ilustrasi ibu rumah tangga (Unsplash/DINphotogallery)

Survei oleh ILO-Gallup pada 2016 lalu mengungkapkan, masih banyak orang yang tidak terima fakta bahwa perempuan memiliki pekerjaan di luar rumah. Persentasenya adalah 20 persen laki-laki dan 14 persen perempuan.
 
Bias bahwa “tempat perempuan adalah di rumah” tak jarang masih tertanam di benak masyarakat. Stigma ini bahkan terus meluas di negara-negara Timur Tengah, seperti Yaman, Suriah, dan Yordania. Partisipasi perempuan dalam tenaga kerja di ketiga negara itu pun masih berada di bawah 15 persen.

Bagaimana tantangan yang dihadapi perempuan di dunia kerja ternyata berat, ya. Apakah ladies pernah mengalami sendiri?
 
JIka iya, tetaplah semangat. Pasalnya fenomena ketidaksetaraan gender bisa diatasi, yaitu dimulai dengan berani mendobrak berbagai batasan.
 
 
 
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US