The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tampang Deki Sanjaya, Pemuda Blora yang Senang Nanggala-402 Tenggelam, Ciut Diciduk Polisi
Deki Sanjaya saat diciduk. (Instagram)
News

Tampang Deki Sanjaya, Pemuda Blora yang Senang Nanggala-402 Tenggelam, Ciut Diciduk Polisi

Sabtu, 01 Mei 2021 17:10 WIB 01 Mei 2021, 17:10 WIB

INDOZONE.ID - Deki Sanjaya, pemuda asal Kabupaten Blora yang berkomentar tak empatik terhadap korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di laut Bali pada Rabu, 21 April lalu, kini telah ditangkap oleh pihak Polres Blora.

Saat ini, Deki tengah diperiksa terkait status yang ia unggah di Facebook.

Di kantor polisi, Deki memakai kaos berkerah warna hitam garis putih, celana pendek, dan sandal. Wajahnya terlihat kuyu dan pucat saat diinterogasi polisi.

Sejauh ini belum diketahui sanksi apa yang akan diterima pemuda tersebut.

Seperti diketahui, pada unggahannya di Facebook, dia menuliskan komentar yang dinilai tidak berempati pada korban.

"Alhamdulillah ada kapal tenggelam. Populasi umat berkurang, rejeki pun tambah dekat. Yang lain supaya nyusul. Ntah tenggelam, meledak, apa diledakkan," tulisnya.

ist
Status Deki Sanjaya di Facebook.

Deki menjadi orang kesekian yang diciduk aparat karena berkomentar negatif terkait tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Sebelumnya, ada seorang pria bernama Imam Kurniawan yang mengalami nasib serupa.

Selain itu, juga ada calon presiden guyonan Nurhadi, yang melakukan hal serupa.

"Selamat pagi khususnya marinir seluruh Indonesia. Angkatan Laut terutama, saya secara pribadi atas nama Nurhadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan yang telah menerima musibah semoga diberikan ketabahan, kesadaran dan tawakal kepada Allah SWT," kata Nurhadi.

Namun, meski Nurhadi sudah meminta maaf, pada akhirnya dia tetap ditangkap polisi terkait konten tak pantasnya soal KRI Nanggala.

Tak cuma warga sipil, polisi pun ada juga yang berbuat serupa dan diciduk. Dia adalah Aipda Fajar Indriawan dari Polsek Kalasan, Sleman, DIY.

Dalam unggahannya di Facebook Fajarnnzz, ia berkomentar miring dengan mempertanyakan kenapa kru kapal yang meninggal ditangisi, padahal hidupnya penuh kekurangan dan kesulitan.

"Matioo coook, saya hidup di Indonesia sampe saat ini susah kekurangan kesukaran. Ngopo kru kapal kyoo ngono di tangisi. Urus sendiri urusanmu," tulis Fajar.

Artikel menarik lainnya:



TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US