The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Turun ke Jalan, Ribuan Warga Kanada Dukung Keluarga Muslim Korban Serangan Truk
Orang-orang berbaris sejauh 7 km dari TKP ke masjid untuk mengenang keluarga Muslim yang tewas dalam apa yang disebut polisi sebagai serangan bermotif kebencian di London, Ontario, Kanada 11 Juni 2021. (photo/REUTERS/Carlos Osorio)
News

Turun ke Jalan, Ribuan Warga Kanada Dukung Keluarga Muslim Korban Serangan Truk

Sabtu, 12 Juni 2021 17:42 WIB 12 Juni 2021, 17:42 WIB

INDOZONE.ID - Ribuan warga Kanada melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (11/6) waktu setempat, memberi dukungan untuk keluarga Muslim Kanada yang tewas ditabrak oleh seorang pria menggunakan truk pickup pada Minggu lalu dalam serangan yang disebut polisi sebagai aksi kejahatan kebencian.

Keempat korban, yang mencakup tiga generasi, tewas ketika Nathaniel Veltman yang berusia 20 tahun menabrak mereka saat sedang berjalan-jalan sore di dekat rumah mereka. Anggota keluarga kelima, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, selamat.

Orang-orang di London, Ontario berbaris sekitar 7 kilometer (4,4 mil) dari tempat di mana keluarga itu ditabrak dan terseret ke sebuah masjid terdekat, lokasi yang dekat dengan tempat Veltman ditangkap polisi.

Beberapa dari para demonstran membawa plakat dengan pesan bertuliskan ‘Kebencian tak diterima di sini’, ‘Cinta di atas kebencian’. Acara serupa juga digelar di kota-kota lain di Ontario, yang merupakan provinsi paling padat Kanada.

Baca juga: Bejat! Oknum Pembina Ponpes Solok Sumbar Sodomi 3 Santri, Diiming-iming Boleh Main Game

“Bagian terbaiknya bukan hanya jumlahnya ... tetapi keragaman orang-orang yang datang dari setiap komunitas di London, bersatu untuk tujuan ini,” kata mahasiswa 19 tahun Abdullah Al Jarad pada gelaran tersebut dikutip dari REUTERS.

Serangan itu memicu kemarahan di seluruh Kanada, dengan politisi dari semua pihak mengutuk kejahatan itu, mendorong seruan yang berkembang untuk mengambil tindakan untuk mengekang kejahatan rasial dan Islamofobia.

Veltman tampil dengan singkat di pengadilan pada Kamis dan akan kembali ke pengadilan pada Senin. Dia menghadapi empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan itu sebagai “serangan teroris” dan berjanji untuk menekan kelompok-kelompok ultra kanan serta kebencian di dunia daring.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US