The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Teka-teki Penembakan Pemred Media di Sumut Terungkap, Ini Rangkuman Kejadiannya
Pimred media lokal di Sumut tewas ditembak (Istimewa)
News

Teka-teki Penembakan Pemred Media di Sumut Terungkap, Ini Rangkuman Kejadiannya

Korban Kerap Peras Pelaku

Jumat, 25 Juni 2021 10:35 WIB 25 Juni 2021, 10:35 WIB

INDOZONE.ID - Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil membongkar kasus misteri kematian seorang pemred media online lokal di Sumut bernama Mara Salem Harahap. Polda Sumut pun membeberkan detail penyebab korban ditembak termasuk mengungkap dalang dari penembakan ini.

Indozone mencoba merangkum kasus ini mulai dari penyebab terjadinya penembakan, proses penembakan hingga penangkapan para pelaku. Berikut rangkumannya:

1. Awal Mula Kasus, Korban Kerap Beritakan Bar Milik Seorang Pengusaha.

Kasus ini ternyata dipicu oleh rasa sakit hati seorang pengusaha tempat hiburan malam di Sumut kepada korban. Korban disebut-sebut kerap memberitakan terkait peredaran narkotika di tempat hiburan malam tersebut.

"Motifnya adalah timbul rasa sakit hati saudara S pemilik Ferrari Bar dan Resto kepada korban yang selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di tempat hiburan malam miliknya," kata Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra dalam konferensi pers kemarin, Kamis (24/6/2021).

2. Korban Kerap Peras Pelaku, Minta Rp12 Juta Per Bulan.

Irjen Panca menyebut korban kerap meminta jatah ke pengusaha tersebut. Jatahnya yakni uang Rp12 juta per bulan dan narkotika.

"Korban juga meminta jatah Rp12 juta per bulan dengan permintaan setiap hari dua butir narkoba," beber Panca.

Meski pelaku sudah memberikan apa yang dimau oleh korban, ternyata korban disebut-sebut tetap memberitakan hal yang sama di tempat usaha pelaku. Hal itu lah yang membuat pelaku sakit hati.

Baca Juga: Panji Komara Cari Netizen yang Fitnah Dirinya Selingkuh dengan Nathalie Holscher

3. Pelaku Suruh 2 Eksekutor Tembak Korban Dengan Tujuan Memberikan Pelajaran.

Rasa sakit hati tersebut membuat pelaku menyuruh dua anak buahnya berinisial Y dan A untuk memberikan pelajaran ke korban. Pelaku menyuruh keduanta menembak korban.

"Saudara Y dan A menindaklanjutinya, maka direncanakan tindakan untuk memberi pelajaran," beber Panca.

4. Eksekutor Membuntuti Korban Hingga Terjadi Insiden Penembakan.

Aksi penembakan ini pun mulai berlangsung. Kedua eksekutor mengendarai sepeda motor dan membuntuti korban yang saat itu sedang menaiki mobil. Singkat cerita, cekcok antara eksekutor dan korban terjadi hingga A menembak korban pada bagian kaki namun mengenenai pembuluh darah.

"Terjadi penembakan mengenai bagian kaki korban sebelah kiri paha atas. Dari hasil autopsi yang kami lakukan mengenai tulang kaki korban, membuat tulang patah, mengenai pembuluh darah yang keluar secara deras, itu yang menyebabkan korban tewas," kata Panca.

Tak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap para pelaku.

5. Polisi Tetapkan 2 Orang Sebagai Tersangka.

Dalam kasus ini, Polda Sumut menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya terancam pasal pembunuhan berencana.

"Hukuman mati atau seumur hidup," pungkas Panca.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US