The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Motif Denny Siregar Tega Berdoa Bertemu Ribuan Bidadari Saat Duka Ustaz Zulkarnain Wafat
Denny Siregar penggiat media sosial. (Twitter)
News

Motif Denny Siregar Tega Berdoa Bertemu Ribuan Bidadari Saat Duka Ustaz Zulkarnain Wafat

Selasa, 11 Mei 2021 12:26 WIB 11 Mei 2021, 12:26 WIB

INDOZONE.ID - Penggiat media sosial Denny Siregar buka suara kenapa dia di tengah suasana dukacita tega menyampaikan doa supaya Tengku Zulkarnain yang telah berpulang bisa bertemu bidadari yang diimpikan.

"Innalillahi wa innalillahi radjiun. Selamat jalan, Tengku Zul. Semoga engkau mendapat ribuan bidadari yang selalu diimpikan," tulis Denny Siregar di akun Instagramnya seperti yang dikutip Indozone, Selasa (11/5/2021).

Diketahui Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia di Pekanbaru, Senin (11/5/2021) semalam.

Banyak yang mengecam ucapan Denny Siregar tersebut, tapi ada juga yang mendukungnya. Hingga terjadi pro dan kontra.

Kemudian Denny Siregar memberikan penjelasannya. Bahwa mereka sebenarnya memang berbeda kubu, namun pada dasarnya mereka berteman di media Twitter. Satu sama lain tidak pernah saling memblokir.

Denny pun mengaku kerap menggoda Tengku Zulkarnaen dengan sebutan 'Ayah Naen' atau 'Pemain organ tunggal.'

Berikut ada penggalan tulisan Denny Siregar yang dinukil dari media sosial Facebooknya:

TENGKU ZUL DAN RIBUAN BIDADARINYA. 

Beda dengan banyak orang, saya termasuk yang sedih dengan meninggalnya Tengku Zul.

Saya sering menggodanya dengan kata "ayah naen". Itu karena ada twit seseorang yang kenal dengan dia, dan dia sering dipanggil begitu. Mungkin karena nama anaknya Naen.

Saya juga sering menggodanya dengan kata "pemain organ tunggal". Dengar2, memang itulah profesinya dulu sebelum dikenal sebagai "ustad".

Tengku Zul ketika digodain jarang baperan. Meski dia dan saya ada di posisi berbeda, kami tidak pernah memblokir sesama. Buat saya, menggoda Tengku Zul adalah keasikan tersendiri. Begitu juga dengan dia.

Orangnya kocak sebenarnya. Dan pemahaman agamanya masih materialistik. Buktinya dia masih saja berfikir ada ribuan bidadari yang akan menyambutnya bak pahlawan ketika dia di surga nanti. Dia tidak pernah berfikir bahwa mungkin saja itu bahasa metafora, tidak menggambarkan secara fisik tapi simbol belaka.

Sekarang dia sudah meninggal. Mungkin karena penyakit bawaan yang sudah lama diderita, dan terpicu oleh Covid sehingga tidak bertahan lama.

Selamat jalan, Tengku Zul. Semoga baik2 saja disana. Saya kehilangan teman bertukar sapa. Gak tau kenapa, saya menganggap anda itu teman saya. Meski cara berteman kita aneh, tapi itulah yang sebenarnya..

Semoga cita2mu disambut bidadari bisa terlaksana. Saya masih seruput kopi dulu, menunggu waktu yang tersisa..

Seruput..

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US