The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Buka Puasa Bersama Sekjen Partai, Gus Miftah: Jangan Ikut-ikut dengan Orang yang Sok Ahli
Gus Miftah (Antaranews)
News

Buka Puasa Bersama Sekjen Partai, Gus Miftah: Jangan Ikut-ikut dengan Orang yang Sok Ahli

Jumat, 07 Mei 2021 00:08 WIB 07 Mei 2021, 00:08 WIB

INDOZONE.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Tundan Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengingatkan masyarakat agar tidak asal mengunggah konten di media sosial.

Hal ini disampaikannya saat memberikan tausiah di hadapan para sekretaris jenderal partai politik koalisi pendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (6/5/2021).

"Postinglah yang penting, jangan yang penting posting. Karena kita sering begitu," kata Gus Miftah dilansir ANTARA.

Dia pun mengajak masyarakat agar mengikuti pendapat ahli yang memahami bidang tertentu.

"Jangan kita ikut-ikutan dengan orang yang sok ahli. Apalagi saat ini, media sosial sangat berkuasa," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah menyebut ada empat karakter warga negara Indonesia dalam beragama dan berbangsa.

Pertama adalah orang yang ketika beragama berakidahkan ahlus sunnah wal jamaah, dan dalam berbangsa serta bernegara dengan berideologikan Pancasila.

"Ini adalah orang yang paling ideal untuk tinggal di Indonesia. Yang beragama Islam," kata Gus Miftah.

Yang kedua, orang yang secara agama berakidah ahlul sunnah wal jamaah, namun ideologi negaranya adalah khilafah.

"Ini adalah orang-orang yang sangat menipu. Kenapa? Akidahnya sama dengan kita, tetapi ideologi berbangsanya adalah khilafah dan ini sangat berbahaya," kata Gus Miftah.

Yang ketiga, adalah di dalam beragama bukan ahlus sunnah wal jamaah, namun masih memiliki ideologi Pancasila dalam bernegara.

Keempat, adalah yang beragama tak berakidah ahlus sunnah wal jamaah, dan dalam bernegara memiliki ideologi khilafah.

Hal itu untuk menekankan bahwa ada misi yang harus dikerjakan oleh orang Indonesia, yakni menjaga keberlangsungan ahlus sunnah wal jamaah, dan menjaga kelangsungan NKRI yang berideologikan Pancasila.

Menurut dia, Indonesia adalah rumah besar dengan enam kamar keagamaan.

Jika Pancasila dipahami dan diyakini dengan baik, Gus Miftah mengatakan setiap orang akan kembali ke kamarnya masing-masing.

"Yang masalah kalau kita justru masuk ke kamar orang lain, tidur dan bahkan ngompol di sana. Maka masyarakat harus pahami Pancasila, apapun agamanya," kata dia.

Gus Miftah juga memberi nasihat bahwa pemeluk agama harus menyatakan ajaran agamanya masing-masing adalah benar. Tetapi tak boleh menyalahkan agama orang lain.

"Menurut saya semua agama benar bagi penganutnya. Sebagai pemeluk agama A, kita harus mengatakan agama kita benar tanpa harus menyalahkan agama lain," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US