The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Terhambat ke Indonesia, Tak Pasti Jadwal Kedatangannya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada pengemudi ojek daring di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (5/4/2021). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
News

100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Terhambat ke Indonesia, Tak Pasti Jadwal Kedatangannya

Menkes menjelaskan.

Kamis, 08 April 2021 13:52 WIB 08 April 2021, 13:52 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang terhambat kedatangannya ke Indonesia pasca adanya embargo dari beberapa negara produsen vaksin.

“Jadi ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4/2021).

Budi menjelaskan bilamana 100 juta dosis vaksin tersebut melalui dua mekanisme. Dimana awalnya 54 juta vaksin Astrazeneca melalui mekanisme multiteral dengan GAVI secara gratis.

Kemudian, lanjut dia, mekanisme kedua dengan mekanisme bilateral melalui Biofarma dan Astrazeneca sebanyak 50 juta.

“Pertama yang Covax/GAVI karena adanya embargo dari India. Sehingga mengalami hambatan sehingga GAVI merelokasi vaksin yang harusnya diterima 11 juta di Maret-April ditunda semuanya di bulan Mei. Kita hanya dapat 1 juta,” kata Budi.

Sementara untuk 50 juta vaksin melalui mekanisme bilateral melalui PT Bio Farma ke AstraZeneca yang rencananya bisa didatangkan tahun ini, namun harus dicicil.

“Rencananya 50 juta tahun ini, mereka turuntkan hanya bisa  20 juta dosis tahun ini, 30 juta sisanya diundur ke 2022,” urai Budi.

Karena itu Budi memaparkan terhambatnya vaksin Covid-19 ini membuat program vaksinasi di tanah air menjadi mengalami penurunan.

Sejalan dengan PT Bio Farma yang sedang melakukan perawatan terhadap alat produksi sehingga bahan baku vaksin Sinovac juga tak terlalu banyak yang bisa diproduksi.

"Sehingga di bulan April ini memang produksinya di titik terendah itu sebabnya kenapa di bulan April ini kita agak mengurangi laju vaksinasi," tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US