The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tragedi Gugurnya Kabinda Papua, Perlu Analisis Tupoksi dan Resiko
Kolase foto Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha semasa hidup dan Analis konflik dan konsultan keamanan Alto Labetubun (Istimewa)
News

Tragedi Gugurnya Kabinda Papua, Perlu Analisis Tupoksi dan Resiko

Sudah sesuai dengan tugas dan fungsi BIN.

Selasa, 04 Mei 2021 19:19 WIB 04 Mei 2021, 19:19 WIB

INDOZONE.ID - Kepala Badan Intelijen Negara daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu 25 April 2021. 

Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto menjelaskan, kronologi kejadian tersebut bermula saat patroli Satgas BIN bersama dengan Satgas TNI/Polri melakukan perjalanan menuju Kp. Dambet. 

Kemudian, sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI/Polri diadang oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua sehingga terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Dambet. Kabinda Papua tertembak dan gugur.

Beberapa pihak mempertanyakan kenapa sampai peristiwa itu terjadi, bahkan Prof Tjipta Lesmana, Ex. Dir. Pelaksanan Strategic Intelligence Studies sempat mempertanyakan tentang keberadaan Kabinda Papua di lapangan.

Baca Juga: KKB Dicap Teroris, Pemerintah Harus Siap dengan Konsekuensi dan Implikasinya 

Tjipta menjelaskan, tugas BIN bersifat nasional dan tidak pada level operasional dengan merujuk pada pasal 29 UU 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara sehingga secara implisit menyinggung keberadaan Kabinda Papua di Beoga tidak sesuai dengan tugas dan fungsi BIN.

Menanggapi hal itu, Analis konflik dan konsultan keamanan Alto Labetubun  menerangkan, jika melihat peristiwa ini secara objektif maka sebenarnya keberadaan Kabinda Papua sudah sesuai dengan peran, tujuan dan fungsi dari BIN yang dimandatkan dalam UU 17/2011.

Menurut dia, tugas dari BIN jelas terdapat pada pasal 29. Akan tetapi, fungsi intelijen dari BIN itu jelas terdapat pada pasal 6 yaitu: menyelenggarakan fungsi penyelidikan, penanganan dan penggalangan, di mana penyelidikan bisa terdiri dari serangkaian upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terarah untuk mencari, menemukan, mengumpulkan, dan mengolah informasi.

"Tentunya operasionalisasi fungsi penyelidikan membutuhkan langkah-langkah taktis dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) baik tertutup, maupun terbuka, dan dengan cara-cara seperti yang cepat tapi tepat termasuk penelitian, wawancara, interogasi, pemancingan, pengamatan, penggambaran, penjejakan dan berbagai cara lainnya," urai Alto kepada Indozone, Selasa (4/5/2021). .

Alto menyatakan, keberadaan Kabinda Papua di lapangan itu sudah tepat dan sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimandatkan oleh UU Intelijen negara, sehingga framing bahwa keberadaan Kabinda Papua di lapangan bertentangan dengan tugas beliau adalah keliru.

"Tentu yang perlu dievaluasi adalah langkah-langkah pengamanan atau Operational Security (OpSec) personil BIN saat melaksanakan tugas-tugas tertutupnya di lapangan," tegas Lulusan Master of international Studies dengan spesialisasi Peace and Conflict Resolution dari University of Queensland, Australia. 

Akan tetapi, lanjut Alto, seluruh personil intelijen mengerti betul resiko yang melekat pada profesi dan tugasnya selaku personel intelijen, termasuk resiko meninggal dunia bahkan hilang dalam tugas, walaupun seluruh langkah-langkah mitigasi resiko sudah dilakukan secara maksimal. 

"Contohnya Ketika tujuh orang personil Central Intelligence Agency (CIA) tewas ketika salah satu aset yang mereka percayai sebagai agen mereka ternyata malah meledakan dirinya di dalam lokasi markas operasi mereka di Camp Chapman di bulan Desember 2009, padahal pengamanan markas tersebut sangat ketat dan dilakukan berlapis," beber dia.

"Seperti istilah dalam militer yang dikenal dengan Murphy’s Law: Anything that can go wrong will go wrong. Semoga pengorbanan Kabinda Papua, Mayjen (Anumerta) TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha tidaklah sia-sia," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
JOIN US
JOIN US