The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosok Pilot Rimbun Air Capt Mirza Miliki Banyak Jam Terbang, Mantan Penerbang TNI AU
Sosok pilot Agitha Mirza. (Istimewa)
News

Sosok Pilot Rimbun Air Capt Mirza Miliki Banyak Jam Terbang, Mantan Penerbang TNI AU

Jumat, 17 September 2021 12:53 WIB 17 September 2021, 12:53 WIB

INDOZONE.ID - Sosok pilot Captain Agithia Mirza dari pesawat Rimbun Air yang jatuh di Papua ternyata merupakan penerbang yang cukup berpengalaman.

Di samping pernah menjadi pilot Merpati yang memiliki banyak jam terbang, ternyata Agithia pernah bertugas sebagai penerbang di TNI AU, namun cuma memiliki ikatan dinas pendek.

Mirza cuma 10 tahun mengabdi di TNI AU sebelum mengajukan pensiun dini.

Berdasarkan keterangan keluarga yang dihimpun dari berbagai sumber, Mirza juga pernah diketahui terjun dalam misi ke Timor Timur dan Aceh.

Setelah pensiun Mirza kemudian menapat tawaran bekerja sebagai pilot di Maskapai Merpati selama 17 tahun dan berpindah ke Aviastar dan terakhir di Rimbun Air.

Pesawat Rimbun Air yang jatuh. (Ist)
Pesawat Rimbun Air yang jatuh. (Ist)

Sementara itu di kediaman sederet karangan bunga penuhi halaman depan rumah Kapten Haji Agithia Mirza, pilot Rimbun Air, yang jatuh di Papua.

Rumah kapten Mirza berada di Jalan Kompleks AURI, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari Antara, jenazah tiga awak pesawat Rimbun Air PK OTW yang jatuh di Perbukitan Kampung Bilogai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu (15/9), tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Kamis pagi pukul 08.33 WIT.

Jenazah langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk proses identifikasi dan dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak maskapai.

Jenazah ketiga awak pesawat Rimbun Air itu masing-masing Pilot Hj Mirza co pilot Fajar dan teknisi Iswahyudi dievakuasi ke Timika dengan pesawat Rimbun Air PK OTJ.

Kru pesawat dan penumpang Rimbun Air yang jatuh di Papua.
Kru pesawat dan penumpang Rimbun Air yang jatuh di Papua.

Begitu pesawat parkir di Apron Pesawat Kargo Bandara Timika, personel Basarnas Timika langsung memindahkan jenazah ketiga korban yang sudah dimasukkan dalam kantong jenazah ke mobil ambulans milik Rumkitban TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Randang mengatakan jenazah ketiga awak pesawat Rimbun Air PK OTW itu segera diserahkan ke pihak maskapai penerbangan mewakili keluarga korban.

Sementara kotak hitam pesawat Rimbun Air PK OTW yang berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan di lokasi kecelakaan pada Rabu (15/9) malam rencananya akan dibawa ke Timika pada Kamis pagi ini dikawal oleh enam personel SAR Timika dari Sugapa dengan penerbangan pesawat perintis.

"Tadi malam Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi kecelakaan pesawat Rimbun Air dan berhasil membuka badan pesawat di bagian ekor untuk mengeluarkan kotak hitam. Tim sudah kembali ke Posko di Sugapa dan rencananya siang ini kotak hitam akan dibawa ke Timika. Selanjutnya kotak hitam itu akan diamankan sementara di Kantor Basarnas Timika atau Pangkalan TNI AU Yohanes Kapiyau Timika untuk nantinya akan kami serah terimakan ke KNKT yang akan segera tiba di Timika," jelas Mercy.

Adapun kondisi ketiga jenazah awak pesawat Rimbun Air PK OTW masih bisa dikenali.

"Informasinya masih bisa dikenali semua," kata Mercy.

Mercy menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua unsur potensi SAR yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah ketiga awak pesawat Rimbun Air PK OTW mulai dari jajaran TNI, Polri dan Satgas TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, masyarakat dan para tokoh.

"Mewakili Kepala Basarnas, unsur SAR Jayapura dan unsur SAR Biak yang membawahi Nabire hingga Intan Jaya, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu sehingga korban bisa dievakuasi ke Timika dalam keadaan aman," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US