The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tak Merasa Bersalah, Pemilik Anjing yang Gigit Bocah 10 Tahun Malah Tantang Ortu Si Bocah
Orang tua Muhammad Raza Aulia (10 tahun) menangisi kematian anaknya usai digigit anjing rabies di Medan. (ist)
News

Tak Merasa Bersalah, Pemilik Anjing yang Gigit Bocah 10 Tahun Malah Tantang Ortu Si Bocah

Rabu, 16 Juni 2021 15:19 WIB 16 Juni 2021, 15:19 WIB

INDOZONE.ID - Kasus kematian Muhammad Raza Aulia, bocah 10 tahun yang meninggal dunia karena digigit anjing tetangganya di Jalan Sagu Raya Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, masih menyita perhatian publik.

Belakangan, sang pemilik anjing yang diketahui berinisial R, dikabarkan tak merasa bersalah dan tak mau meminta maaf kepada orang tua si bocah.

Malah, R bahkan tak takut bila dirinya dilaporkan ke polisi.

Tidak adanya itikad baik dari si pemilik anjing tersebut diungkap oleh Lia Pratiwi (42 tahun), ibu kandung Raza.

Saat itu, Kamis (10/6/2021), beberapa jam setelah Raza digigit anjing, sang kakek sempat mendatangi rumah si pemilik anjing bersama kepala lingkungan setempat.

Namun bukannya meminta maaf, R justru tidak merasa bersalah.

"Pas kami datang ke rumah orang itu, suaminya bilang, 'Kalian laporkan ke polisi pun tak takut kami.' Itulah makanya besoknya kami buat laporan ke polsek, sama kuasa hukum kami," ucap Lia, menirukan ucapan si pemilik anjing.

Hal senada juga disampaikan oleh kuasa hukum Lia, Oki Andriansyah. Menurut Oki, tidak ada itikad baik dari si pemilik anjing. Mereka hanya mengganti uang biaya berobat Rp100 ribu sebagai pertolongan pertama Raza usai digigit. Saat itu, Raza dibawa ke bidan Manurung dan oleh bidan itu ia disuntik anti-tetanus.

Saat membuat laporan polisi ke Polsek Medan Tuntungan, Raza juga sempat ikut. Ia bahkan bersemangat agar kasusnya ditangani oleh pihak kepolisian.

Laporan mereka kemudian diterima dengan nomor STTLP/54/VI/2021/SPKT /Sektor Medan tertanggal 11 Juni 2021.

ist
Laporan pihak orang tua korban ke Polsek Medan Tuntungan.

Kasus ini sendiri kini telah dilimpah oleh Polsek Medan Tuntungan ke pihak Polrestabes Medan.

"Kami akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut," ucap Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung, Rabu (16/6/2021).

Menurut Rafles hasil otopsi sangat penting guna mengetahui penyebab kematian korban.

"Kami menunggu hasil laboratorium terkait penyebab kematian korban," ucapnya.

Rafles mengatakan saat ini pihaknya juga sudah mengamankan seekor anjing yang diduga menggigit korban.

Digigit di Paha Kanan

Menurut ibu kandungnya, Lia, Raza digigit anjing saat melintas di depan rumah pemilik anjing tersebut. Rumah tetangga mereka itu berjarak sepuluh rumah dari rumah mereka.

Ketika itu, pemilik rumah itu membuka pagar rumah mereka lantaran ada penjual air mineral yang datang.

Begitu pagar dibuka, anjing mereka keluar dan langsung menyerang Raza. Bocah kelas 4 SD itu digigit di bagian pahan kanan. Ia menjerit kesakitan.

Usai digigit, Raza pulang ke rumahnya. Saat itu, hanya kakeknya yang berada di rumah. Sedang Lia sendiri saat itu masih di tempat kerjanya.

Panik, sang ibu lantas membawanya ke seorang bidan Manurung, tak jauh dari rumah mereka. 

Oleh bidan desa tersebut, Raza diberi suntikan anti-tetanus.

Khawatir kondisinya semakin memburuk, Raza kemudian dibawa oleh orang tuanya ke RSUP Adam Malik.

Namun, kondisi Raza kian memburuk. Ia mengalami hilang ingatan, kakinya lumpuh, dan berulang kali buang air besar (diare).

Hari Sabtu (12/6/2021), Raza disuntik vaksin rabies. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Puncaknya, hari Minggu, ia pun meninggal dunia.

ist
Ayah korban menangisi kematian anaknya. (ist)

Sang ayah tak dapat menahan tangisnya saat orang-orang datang melayat. Ketika ditanya apa harapannya atas kasus ini, sambil menangis ia ingin agar pemilik anjing yang menggigit anaknya dihukum sesuai hukum yang berlaku.

"Dihukum," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US