The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Rocky Gerung Sebut Buzzer yang Serang Bintang Emon Dungu, Soal Jaksa Kasus Novel Baswedan
Bintang Emon (kiri), Novel Baswedan (tengah), Rocky Gerung (kanan). (Foto: Istimewa)
News

Rocky Gerung Sebut Buzzer yang Serang Bintang Emon Dungu, Soal Jaksa Kasus Novel Baswedan

Minggu, 21 Juni 2020 15:14 WIB 21 Juni 2020, 15:14 WIB

INDOZONE.ID - Rocky Gerung bicara ceplas-ceplos saat berbincang secara virtual dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang disiarkan secara live streaming, Sabtu malam (20/6/2020).

Selain bilang banyak pejabat yang 'positif stupid' semenjak ada wabah Corona, Rocky dan UAS juga membahas soal kontroversi tuntutan jaksa atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, yang hanya menuntut satu tahun.

Rocky bilang tuntutan itu ibarat air keras lain yang kembali disiramkan ke mata. Bukan lagi mata seseorang, tetapi mata publik dan mata keadilan.

"Saya menganggap bahwa yang dipertontokan kemarin itu air keras baru yang menyiram mata keadilan. Jadi kita mau dibikin buta dua kali. Novel Baswedan sudah dibikin buta secara fisik, sekarang kita mau dibikin buta sehingga tidak bisa menatap keadilan. Mata publik disiram oleh air keras yang lebih keras dengan kimia kekuasaan," ujarnya.

Rocky, sebagaimana dicatat UAS, pernah berharap adanya semacam KPK baru untuk menegakkan keadilan di Indonesia. Catatan itu ditanyakan UAS kepada Rocky dalam bincang-bincang itu.

"Masyarakat sudah tahu bahwa variabel politik ada di balik variabel legal (persidangan) kemarin. Kita mau tuntut siapa sebenarnya penyiram mata publik. Kalau yang dituntut jaksa kemarin hanya penyiram matanya Novel (Baswedan). Jadi saya berharap ada semacam new KPK, dalam arti sekalipun kekuasaan bersekutu dengan buzzer menyerang mata dewi keadilan, gak akan berhasil, gak mempan," ujarnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Gusti Bintang (@bintangemon) on

Rocky dan UAS juga menyindir buzzer yang menyerang komika Bintang Emon karena membuat video satire atas tuntutan jaksa yang menilai penyiram Novel tidak sengaja. Bagi Rocky, buzzer tersebut dungu dan tidak berakal.

"Kalau buzzer-nya punya akal, harusnya dia tertawa, ada komika yang membuat satir lucu begitu. Tetapi yang ada buzzer ini kurang pengetahuannya, sehingga mudah sekali untuk nyeruduk kiri nyeruduk kanan," katanya.

Pria yang pernah berkasus gara-gara mengucapkan 'kitab suci itu fiksi' itu juga bilang kalau buzzer adalah pekerjaan paling buruk dalam kehidupan manusia.

"Pekerjaan paling buruk dalam hidup manusia itu menjadi buzzer. Karena dia dungu sekaligus menjadi pengendus, jadi budak dari kedunguannya sendiri. Bagian paling buruk dari manusia adalah menjadi budak dari kedunguannya sendiri. Itu parah," ujarnya.

Di awal percakapan, Rocky sempat menceploskan celetukan pedas yang ditujukan kepada pejabat pemerintah Indonesia. Celetukan itu diceploskannya saat ditanya oleh UAS apakah Wabah Covid-19 menambah akal sehat bagi pejabat atau sebaliknya.

"Banyak pejabat yang negatif Covid, tapi positif stupid," kata Rocky sambil tergelak-gelak dan membuat juga terkekeh.

Rocky kemudian menjelaskan standar akal sehat menurut konsepsinya.

"Standarnya ya, tidak menipu, tidak mengalihkan isu dengan cari-cari alasan. Kalau ada orang yang tidak bertanggung jawab, buang badan, itu pasti akalnya di dengkul," katanya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US