The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

KKP Beri Bantuan 2,3 Juta Benur Udang ke Petambak di Tuban Jatim
Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo menyerahkan bantuan benur udang vaname ke petambak di tiga desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (ANTARA)
News

KKP Beri Bantuan 2,3 Juta Benur Udang ke Petambak di Tuban Jatim

Senin, 19 April 2021 16:57 WIB 19 April 2021, 16:57 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo menyerahkan bantuan benur udang vaname sebanyak 2.368.000 ekor ke petambak di tiga desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyatakan penyaluran program bantuan seperti bantuan benih terus dikebut pelaksanaannya guna mendukung program-program prioritas KKP.

Program bantuan benih tersebut disalurkan kepada pembudi daya di tiga desa yakni Desa Suwalan, Desa Temaji dan Desa Socorejo di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

"Pemerintah terus menggenjot distribusi program bantuan kepada masyarakat untuk mendukung kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN)," kata Slamet, Senin (19/4/2021).

Slamet mengatakan bahwa hal tersebut juga sejalan dengan terus membaiknya perekonomian tanah air sehingga permintaan akan produk perikanan terus menanjak baik untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri maupun kebutuhan konsumsi protein rumah tangga.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP itu juga menilai bahwa program pemerintah dalam mencairkan berbagai stimulus melalui kebijakan PEN dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan berbagai elemen seperti pemerintah pusat, daerah, akademisi, swasta dan masyarakat.

"Perikanan budi daya menjadi salah satu sektor andalan dalam memperbaiki laju perekonomian dengan meningkatkan produksi komoditas unggulan melalui pembangunan klaster kawasan budidaya yang berkelanjutan. Komoditas unggulan seperti udang, lobster dan rumput laut diproduksi dengan memperhatikan jaminan mutu serta memiliki nilai tambah agar dapat menjadi tumpuan ekspor," ungkap Slamet.

Ia menambahkan bahwa produk perikanan budi daya yang memenuhi standar keamanan pangan yang dibutuhkan pasar ekspor membutuhkan ketelatenan pelaku usaha budi daya dalam menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta dukungan pengembangan inovasi dan teknologi akuakultur di masa mendatang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US