The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Miris, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Kelar, Kini Oknum Polisi Malah Tembak Mati TNI
Kiri: kasus penembakan brutal di Cengkareng (Istimewa) Kanan: kasus penembakan 6 laskar FPI (Istimewa)
News

Miris, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Kelar, Kini Oknum Polisi Malah Tembak Mati TNI

Kamis, 25 Februari 2021 17:57 WIB 25 Februari 2021, 17:57 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengungkap kekecawannya akan kasus penembakan brutal yang dilakukan oknum polisi Bripka Cornelius Siahaan di RM Kafe RT.12/04 Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis dini hari (25/2/21) sekitar pukul 04.30 WIB. 

Ia menyebut bahwa kasus sangat memprihatinkan, di mana kasus penembakan enam laskar FPI di Tol Cikampek belum kelar, sudah muncul kasus yang baru. 

"Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di KM 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng," kata Neta S Pane Ketua Presidium IPW melalui keterangan tertulisnya kepada INDOZONE, Kamis (25/2/2021).

Bahkan mirisnya korban yang ditembak oleh oknum polisi itu salah satunya adalah anggota TNI yang diketahui merupakan anggota pasukan elite dari Kawal Denma Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

"Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yg bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut," ujarnya.

Seperti yang diketahui, hingga saat ini kasus penembakan enam Laskar FPI masih dalam proses penyelidikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Bareskrim Polri, dengan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

Belum usai dengan kasus penembakan tersebut, kini baru saja kembali oknum polisi melakukan penembakan brutal hingga menewaskan tiga orang yang salah satunya adalah anggota TNI, dan satu orang lagi mengalami luka serius. 

Aksi brutal ini berawal saat Bripka Cornelius Siahaan bersama temannya ke kafe tersebut, sekitar pukl 02.00 WIB. Mereka duduk dan langsung memesan minuman.

Tak beberapa lama, karena kafe saat itu hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri, pelayan pun meminta Bripka Cornelius untuk membayar tagihannya sebesar Rp.3.335.000, namun Bripka Cornelius menolak membayar.

Petugas keamanan bernama pun menegur Bripka Cornelius, hingga terjadi cekcok mulut antar keduanya. 

Tiba-tiba Bripka Cornelius pun mengeluarkan senjata api dari sakunya dan langsung menembak ketiga korban yang ada di hadapannya secara bergantian. 

Pelaku pun lansung keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan mobil. 

Akibat kejadian itu tiga orang tewas yakni, Sinurat (Anggota TNI AD/keamanan RM kafe), Feri Saut Simanjuntak (bar boy), dan Manik (kasir RM Kafe). Sementara satu orang lainnya (manager RM Kafe) mengalami luka serius.

Hingga kini Bripka Cornelius telah berhasil diamankan di Polda Metro Jaya dan tengah menjalani proses penyelidikan. 

Kapolda Metro Jaya dalam jumpa pers menyebut bahwa Bripka Cornelius Siahaan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 338 KUHP dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

"Tersangka Bripka CS kejadian tadi pagi di Cengkareng sekitar pukul 04.00 WIB," kata Irjen M Fadil Imran dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2/21).


Bripka Cornelius Siahaan
Bripka Cornelius Siahaan (Istimewa)

Artikel Menarik Lainnya:

Fahrizal Daulay
Putri Octapia Saragih
JOIN US
JOIN US