The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tiga Anggota DPRD Garut Sumbangkan Gajinya untuk Penanganan Covid-19
Ilustrasi - Warga membawa paket bantuan bahan pokok seusai penyerahan bantuan sosial di Pendopo Muda Graha, KabupateWarga membawa paket bantuan bahan pokok seusai penyerahan bantuan sosial di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (2/8/20
News

Tiga Anggota DPRD Garut Sumbangkan Gajinya untuk Penanganan Covid-19

Senin, 02 Agustus 2021 18:05 WIB 02 Agustus 2021, 18:05 WIB

INDOZONE.ID - Tiga Anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyumbangkan gaji bulan Agustus 2021 untuk membantu penanganan wabah COVID-19, termasuk membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

"Kami menyumbangkan gaji satu bulan ini untuk membantu penanganan COVID-19 di Garut," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Garut Yudha Puja Turnawan saat peluncuran bantuan sosial dan penyerahan uang gaji di kantor DPC DPRD Kabupaten Garut, Senin (2/8/2021).

Dia menuturkan sumbangan uang gaji itu merupakan instruksi dari DPD PDIP Jabar yang meminta seluruh anggota legislatif menyumbangkan penghasilannya untuk membantu penanganan wabah COVID-19 di Jabar.

Legislator di Garut, kata dia, ada tiga anggota yang menyumbangkan gajinya satu bulan sebesar Rp30 juta sehingga totalnya sebesar Rp90 juta yang dinilai akan meringankan beban pemerintah dalam menangani wabah COVID-19.

"Dana ini salah satunya digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, penyediaan vitamin, merawat yang isoman, dan penyediaan sembako," kata Ketua DPC PDIP Garut tersebut.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai PDIP Jabar, Memo Hermawan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan jumlah anggota DPRD Provinsi di Jabar tercatat sebanyak 20 orang, dan anggota DPRD tingkat kota dan kabupaten sebanyak 207 orang yang semuanya diminta untuk menyumbangkan gajinya satu bulan.

Jika ada legislator dari Fraksi PDIP itu tidak membantu untuk penanganan wabah COVID-19, maka akan ada sanksi tegas yaitu tidak bisa ikut lagi pencalonan pada pemilihan legislatif pada 2024 yang akan datang, kata Memo Hermawan.

"Sanksinya tidak bisa mencalonkan lagi pada pemilihan 2024 kalau tidak ikut menyumbangkan gaji dalam satu bulan Agustus ini, pokoknya ini instruksi partai," ucap Memo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US