The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Panglima TNI: Jadi Momentum Evaluasi Alutsista
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ANTARA/Rony Muharrman)
News

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Panglima TNI: Jadi Momentum Evaluasi Alutsista

TNI kehilangan prajurit terbaik.

Kamis, 06 Mei 2021 15:22 WIB 06 Mei 2021, 15:22 WIB

INDOZONE.ID - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402 menjadi momentum untuk melakukan evaluasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI khususnya Angkatan Laut.

“Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi Alutsista TNI, khususnya kapal selam yang dimiliki TNI Angkatan Laut dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan modernisasi kapal selam,” kata Hadi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Kamis (6/5/2021).

Diterangkan Hadi, tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk TNI khususnya TNI AL. Di mana setiap prajurit dalam menjalankan tugasnya memang memiliki resiko yang tinggi. 

Baca juga: Viral Cowok Prank Hamilin Anak Orang, Reaksi Bapaknya Jadi Sorotan Netizen

Resiko yang tinggi itu seperti menghadapi musuh ataupun melawan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi setiap kalinya. 

“Insiden ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung Resiko yang sangat tinggi,” tutur dia. 

Lebih lanjut, Hadi memaparkan insiden KRI Nanggala-402 juga memberikan rasa kehilangan di tubuh TNI. Setidaknya ada 53 prajurit terbaik gugur dalam melaksanakan tugas latihan ini.

“Kita tidak hanya kehilangan alusista strategis, tetapi juga kehilangan 53 prajurit terbaik yang telah gugur dan selamanya tidak akan pernah kembali kepada keluarga mereka untuk melanjutkan tugas menjaga perairan nusantara,” tutupnya.

Sebelumnya pada Rabu (21/04) pukul 03.45 WITA KRI Nanggala melaksanakan penyelaman. Kemudian pukul jam 04.00 WITA melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8 dan bukan rudal. 

Kemudian, itu merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 WITA saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US