The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kronologi Perawat Diduga Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19 Pakai Gunting, Ini Wajah Pelaku
Pertikaian antara perawat dan keluarga pasien Covid-19 Istimewa)
News

Kronologi Perawat Diduga Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19 Pakai Gunting, Ini Wajah Pelaku

Sabtu, 24 Juli 2021 14:48 WIB 24 Juli 2021, 14:48 WIB

INDOZONE.ID - Seorang tenaga kesehatan di RSUD  dr. Gunawan Mangunkusumo (RSUD Ambarawa), Semarang, Jateng, dikabarkan ditusuk oleh keluarga pasien Covid-19. Penyebabnya diduga karena keluarga menolak pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Keluarga Pasien menusuk nakes dengan Gunting karena tidak mau pasien dikubur secara prokes. Lokasi Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo (RSUD AMBARAWA),” tulis akun Twitter @InfoUngaran, Jumat (23/7/2021).

Akun tersebut mengatakan kejadian bermula saat pasien datang ke IGD dalam kondisi buruk. Nakes pun berniat memasukkannya ke ruang isolasi, namun ditolak pihak keluarga hingga terjadi penganiayaan terhadap nakes.

"Pasien datang kondisi sudah buruk. Mau dimasukkan ke R. Isolasi namun keluarga mencegah sampai mau memukul nakes," lanjut @InfoUngaran.

Hingga akhirnya, pasien tersebut meninggal karena kondisi yang memburuk dan ruang IGD penuh. Petugas kemudian menjelaskan bahwa prosesi pemakaman harus dilakukan dengan mematuhi prokes.

Namun, keluarga menolak dan malah mengamuk. Salah seorang mencoba menusuk satpam, namun dicegah oleh nakes.

"Akhirnya pasien meninggal (karena keadaan datang sudah buruk dan IGD penuh). Keluarga dijelaskan ttg pemandian dan pemakaman prokes malah mengamuk dan menusuk satpam tetapi dicegah  perawat, naas si gunting malah kena perawat sampai guntingnya patah. Perawat terkena luka," papar akun tersebut.

Pelaku penusukan dikabarkan sudah ditangkap oleh kepolisian setempat. Kepala Bidang Hukum dan politik PPNI Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Purwadi, mengatakan kasus ini disebabkan oleh kesalahpahaman.

Keluarga pasien takut berlebih dengan pemakaman protokol kesehatan. Apalagi, sekuriti malah melarang keluarga mengambil foto. Akhirnya, keluarga mengambil gunting dan mengarahkan ke tubuh nakes.

Pertikaian dan saling berebut gunting ini pada akhirnya membuat kedua belah pihak terluka. Jadi, tidak ada penusukan seperti informasi yang viral.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Tegar Satrio membenarkan adanya pertikaian, tapi membantah ada penusukan yang dilakukan keluarga pasien terhadap nakes.

"Keributan terjadi di Rumah Sakit dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa. Tapi tidak ada penusukan, tidak benar itu," ujar Tegar, Sabtu (24/7).

Kronologi kejadiannya adalah seorang pasien bernama Nur Hidayah meninggal di rumah sakit. Keluarga korban yang ingin mengetahui kondisi jenazah, lalu minta tolong difotokan. Namun, permintaan ini ditolak security.

"Kemudian datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian," imbuhnya.

Tampang pelaku penusukan nakes RSUD Ambarawa
Tampang pelaku penusukan nakes RSUD Ambarawa (Istimewa)

Keluarga menerima dengan baik penjelasan dari perawat tersebut dan mengikhlaskan kepergian Nur Hidayat. Keributan terjadi saat adik pasien berdebat dengan security soal permintaan difotokan tadi.

"Nah kesalahpahaman terjadi saat adik pasien yang bernama Nurul Anwar Sholeh baru tiba berdebat dengan salah satu security tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada security 'fotokno, piro-piro tak bayar' (fotokan, berapa pun saya bayar)" ucap Tegar.

Hal ini membuat security tersinggung dan terjadilah cekcok. Pelaku kemudian mengambil gunting dan menusukkannya ke meja. Untuk mencegah hal berbahaya, security dan nakes berupaya merebut gunting dari tangan Nurul Sholeh, tapi malah patah.

"Tidak ada penusukan, hanya karena remasan yang kuat maka gunting itu rusak mengenai dua perawat dan pelaku itu sendiri," tegas dia.

AKP Tegar mengatakan nakes sudah dirawat dan dalam kondisi baik-baik saja. Sementara itu, pelaku juga tidak mengalami luka parah dan telah diamankan di Polsek Ambarawa.

"Untuk perawat baik-baik saja. Kami coba mediasi pelaku dan pihak rumah sakit karena hingga saat ini belum ada pengaduan terkait hal tersebut ke polisi," kata Tegar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US