The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ngaku Ketemu Nabi Muhammad, Babe Haikal Dipolisikan, FPI Beri 3x24 Jam untuk Minta Maaf
Sekretaris Jenderal (Sekjen) HRS Center Haikal Hassan Baras. (INDOZONE/Sarah Hutagaol).
News

Ngaku Ketemu Nabi Muhammad, Babe Haikal Dipolisikan, FPI Beri 3x24 Jam untuk Minta Maaf

Kamis, 17 Desember 2020 15:42 WIB 17 Desember 2020, 15:42 WIB

INDOZONE.ID - Sekjen HRS Center, Haikal Hassan, resmi dilaporkan ke polisi gara-gara pengakuannya mimpi bertemu Nabi Muhammad, yang videonya viral beberapa waktu lalu.

Yang mempolisikan Haikal adalah Sekjen Forum Pejuang Islam, Husin Shahab ke Polda Metro Jaya pada Senin (14/12/2020). Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor LP/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 14 Desember.

Laporan itu pun dibenarkan oleh Ketua Umum Forum Pejuang Islam Gus Rofi'i. Melalui sebuah video saat berada di dalam mobil, Rofi'i memberi waktu kepada Haikal selama 3 hari untuk meminta maaf.

Berikut pernyataan Gus Rofi'i

Assalamulaikum wr, wb. Ya, Ustaz Haikal. Ustaz Haikal Hassan yang saya hormati, masih ada waktu untuk tabayyun, masih ada waktu untuk minta maaf kepada umat Islam.

Jadi tolong, donk, jangan mempolitisir mimpi bertemu Rasulullah kalau hanya untuk kepentingan antum sendiri dan kelompok antum sendiri dan kelompok antum sendiri. Gak baik itu, Ustaz Haikal. Ana ngomong itu sebagai bentuk rasa hormat sama Antum.

Maka dari itu, daripada nanti diproses hukum panjang, antum harus juga membuktikan bagaimana ciri-ciri Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Kalau sampeyan gak bisa membuktikan, berarti sampeyan itu menyebarkan berita bohong

Maka dari itu saya kasih waktu antum 1x24 jam, dan saya tambahin lagi 2x24 jam. Jadi ada waktu 3 hari untuk Ustaz Haikal Hassan untuk minta maaf kepada umat islam. Bukan minta maaf kepada saya, kepada umat islam.

Mumpung ana di Jakarta. Mumpung ana di Jakarta. 

Pengakuan Haikal

Seperti diketahui, Babe Haikal mengaku bertemu Kanjeng Nabi ketika menghadiri pemakaman jasad enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati oleh polisi pada Senin, 7 Desember 2020.

Saat bertemu Nabi Muhammad, pria yang akrab disapa Babe Haikal itu mengaku sedang bersama dua anaknya. Ketika itu, Haikal mengaku mendapat pesan khusus dari Baginda Rasul.

"Saya nangis sejadi-jadinya. Demi Allah, di kuburan ini. Demi Allah di waktu hujan ini. Gak lama, Rasulullah datang. Dan beliau memegang tangan Umar, anak saya. Memegang tangan Salma, anak saya. Seraya Rasulullah berucap pada saya, 'jangan takut,' kata Rasulullah, 'jangan khawatir,' kata Rasulullah," ujar Haikal, dalam videonya yang viral di media sosial.

Untuk meyakinkan orang-orang yang mendengar pengakuannya, Haikal bilang bahwa saat itu, Nabi memegang tangan kedua anaknya.

"Salma dan Umar bersama saya. Demi Allah saya mendengar langsung Rasulullah berkata demikian di telinga saya, sambil megang tangan Umar, sambil megang tangan Salma," kata Sekjen HRS Center itu.

Babe Haikal juga mengaku bahwa dirinya takut menceritakan pengalamannya karena takut dituduh riya.

"Hari ini saya saksikan dan sampaikan kepada ibu, cerita yang belum pernah saya sampaikan ke mana-mana. Saya takut dibilang riya. Tapi itu yang terjadi. Jadi Rasulullah datang kepada orang yang berduka itu hak. Rasulullah sampirin ibu karena orang-orang yang syahid ini hak," katanya.

Dari pertemuannya dengan Rasul, Haikal pun berpesan kepada orang tua almarhum yang meninggal dunia supaya rutin salat hadiah supaya sering memimpikan anaknya.

"Pesan saya, jangan pernah lupa salat buat beliau salat hadiah saban magrib. Saban magrib salat hadiah buat mereka. Agar mereka kontak terus sama ibu. Agar ibu bisa mimpi dengan mereka. Dan jangan takut ibu, karena Rasulullah sampaikan kepada saya, langsung, dalam mimpi saya dengan kata-katanya," ujar Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US