The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polda Metro Bongkar 2 Home Industri Ganja Sintetis di Jabar, Otaknya Ternyata Napi
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021). (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Polda Metro Bongkar 2 Home Industri Ganja Sintetis di Jabar, Otaknya Ternyata Napi

Napi di Bandung.

Jumat, 17 September 2021 20:34 WIB 17 September 2021, 20:34 WIB

INDOZONE.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya belum lama ini membongkar dua lokasi home industri ganja sintetis atau tembakau gorila di Bogor dan Bandung. Jaringan ini ternyata melibatkan seorang narapidana yang masih mendekam di salah satu satu lapas di Bandung.

Kasus ini awalnya terbongkar dari pengiriman ganja sintetis pada 1 September 2021 yang lalu ke kawasan Pasar Baru, Jakarta. Dari sana, polisi menciduk satu tersangka berinisial P dan mengamankan 400 gram ganja sintetis.

"Berawal dari 400 gram kemudian didalami P dan dilakukan penggeledahan di salah satu apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat amankan 4 kg tembakau di dalam kamar apartemen P," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Selanjutya, polisi mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap tersangka berinisial AEP yang ternyata AEP dan P sama-sama menjadi kurir ganja sintetis. Dari tangan AEP, polisi menyita 4 kg lebih ganja sintetis beserta bahan baku pembuat ganja sintetis.

"Kami tarik lagi ke atas karena AEP kurir dan pada 9 September kami amankan seseorang berinisial GBS. Ini adalah layer di atasnya dan kurir. Jadi ada tiga kurir dan satu pengendali," beber Yusri.

BACA JUGA: Terungkap! Ini Penyebab Sedan Terbalik di Dekat Pintu Masuk Polda Metro yang Viral

Seolah tak puas, polisi terus mengembangkan kasus ini hingga menemukan dua lokasi home industri ganja sintetis di daerah Ciampelas Bogor dan Bandung. Di sana, polisi menangkap dua tersangka berinisial DR dan NF serta mengamankan barang bukti bahan pembuat ganja serta 92,6 ganja sintetis jadi.

"Masih kami dalami karena salah satu tersangka dikendalikan oleh napi di salah satu lapas di Jabar. Kami sudah koordinasi dengan Kemenkumham untuk bisa kita kembangkan dan periksa pengendalinya," pungkas Yusri.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US