The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Aksi Koboi Oknum Polisi Tewaskan Anggota TNI, Kriminolog Singgung Teori Bad Rotten Apple
Kriminolog Adrianus Meliala. (ANTARA/Fathur Rochman)
News

Aksi Koboi Oknum Polisi Tewaskan Anggota TNI, Kriminolog Singgung Teori Bad Rotten Apple

Apa itu?

Jumat, 26 Februari 2021 10:02 WIB 26 Februari 2021, 10:02 WIB

INDOZONE.ID - Aksi koboi yang dilakukan Oknum Polisi, Bripka Cornelius Siahaan yang menewaskan seorang anggota TNI dan dua pelayan kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, mendapat sorotan publik. Lalu mengapa, polisi bisa sembarangan menggunakan senjata apinya?

Padahal, para personel Polri yang diizinkan menggunakan senjata api dalam bertugas sudah menjalani rangkaian psikologi. Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Adrianus Meliala punya pandangan terkait aksi koboi Bripka Cornelius.

Dalam kasus ini, Adrianus menyinggung soal teori Bad Rotten Apple. Di mana, pasti ada saja buah apel yang busuk dalam sebuah keranjang. 

"Teori Bad Rotten Apple, bahwa dari keranjang apel pasti ada yang busuk. "Apel busuk" ini sebenarnya sudah dicegah melalui tes psikologi," kata Adrianus saat dihubungi Indozone, Jumat (26/2/2021).

bripka cornelius siahaan, aksi koboi oknum polisi, polisi tembak mati tni,
Bripka Cornelius Siahaan tersangka penembakan yang menewaskan 3 orang, salah satunya anggota TNI. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

Menurut Adrianus, jika Polri tidak melakukan tes psikologi sebagai upaya pencegahan kepada anggota yang dapat menyimpang saat memegang senjata api, tentu kasus seperti Bripka Cornelius akan banyak terjadi.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka, Putra Presiden Jokowi Resmi Menjadi Wali Kota Solo

"Jika tidk ada tes psikologi, mungkin lebih banyak lagi yang nembak-nembak," tuturnya.

Mantan komisioner Ombudsman RI itu menambahkan, dibutuhkan juga peran atasan atau rekan kerja jika menemukan adanya anggota polisi yang sudah berperilaku tidak wajar. Tujuannya, tentu mengantisipasi agar kasus seperti Bripka Cornelius tak terjadi.

"Kalaupun sudah tes psikologi, atensi atasan dan rekan kerja tetap diperlukan jika perilaku seorang personil aneh-aneh. Mungkin sedang depresi dan lain-lain," tegasnya.

Terakhir, dia meminta kepada masyarakat dan TNI untuk menyerahkan kasus penyelidikan penembakan yang dilakukan Bripka Cornelius kepada Polda Metro Jaya. Tak perlu ada aksi balas dendam di lapangan.

"Kedewasaan TNI maupun masyarakat umumnya dituntut agar jangan mengipasi keadaan sehingga tambah panas. Polda Metro Jaya kan sudah bertindak proporsional," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US