The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemprov Bangka Belitung Larang Masyarakat Gelar Takbir Keliling
Ilustrasi: Peserta membawa obor dan bendera palestina saat mengikuti pawai takbiran Idul Fitri 1440 Hijriah di Banda Aceh, Aceh, Selasa (4/6/2019). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
News

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemprov Bangka Belitung Larang Masyarakat Gelar Takbir Keliling

Minggu, 09 Mei 2021 11:47 WIB 09 Mei 2021, 11:47 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melarang masyarakat untuk menggelar takbir keliling pada malam Idul Fitri 1442 Hijriyah. Larangan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Larangan ini, karena terjadinya kenaikan kasus COVID-19 yang cukup tinggi," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Minggu (09/05), seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan bahwa kebijakan larangan takbir keliling pada malam Idul Fitri 1442 Hijriah  tersebut berdasarkan kesepakatan bersama forkopimda provinsi, kabupaten, kota, tokoh agama dan masyarakat dalam menekan kasus penyebaran COVID-19 yang mengalami peningkatan yang tinggi.

"Kami berharap masyarakat menggelar takbir di masjid, mushala dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Erzaldi Rosman Djohan.

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menegaskan masyarakat diminta untuk mematuhi kesepakatan bersama, seperti tidak menggelar takbir keliling dan pemberlakuan jam operasional tempat wisata dan tempat-tempat umum.

"Kita telah membentuk posko pengawasan untuk memastikan masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona ini," katanya.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan pasien COVID-19 meninggal 223 (bertambah 1), dalam perawatan 1.432 (bertambah 197 - berkurang 344) dan kumulatif kasus konfirmasi 14.478 (bertambah 197).

"Saat ini orang yang sedang atau masih dalam perawatan mencapai 1.432 orang atau mengalami penurunan 9,89 persen dibandingkan hari sebelumnya," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir, kasus penularan virus corona mengalami peningkatan, karena meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian menjelang lebaran.

"Peningkatan aktivitas warga di tempat umum selama Ramadhan tidak diiringi dengan peningkatan disiplin penerapan protokol kesehatan," demikian Andi Budi Prayitno.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
JOIN US
JOIN US