UMKM Harus Transformasi ke Digital agar Tingkatkan Perekonomian Rakyat

- Kamis, 23 September 2021 | 19:06 WIB
Warga menunjukan laman Rumah Digital Indonesia saat berbelanja produk UMKM secara daring di Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Warga menunjukan laman Rumah Digital Indonesia saat berbelanja produk UMKM secara daring di Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung akselerasi transformasi digital bagi pelaku  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena digitalisasi pemasaran untuk UMKM akan membantu perekonomian masyarakat, khususnya di era pandemi Covid-19, yang akhirnya berkontribusi untuk perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam acara Puncak Kegiatan Vaksinasi Massal, Bansos dan launching program Transformasi Digital UMKM Presisi, di Kota Tangerang, Kamis (23/09/2021). Kegiatan ini turut dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“UMKM Indonesia ini kalau dilihat ukuran masing-masing individunya keci, tapi kalau dipadukan akan jelas terlihat sekali besarnya kontribusi UMKM kepada ekonomi Indonesia. UMKM kita menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia dan kontribusinya terhadap PDB Indonesia mencapai sekitar 61 persen,” tutur Puan dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021).

Menurut Puan, dengan membantu UMKM maka bisa diartikab membantu tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Jadi membantu UMKM artinya membantu tulang punggung ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah sudah benar dengan membantu UMKM kita melakukan transformasi digital,” imbuh Puan.

Adapun transformasi Digital UMKM Presisi adalah program yang diinisiasi alumni Akabri Tahun 1996 dalam rangka memperingati 25 tahun masa pengabdian para alumninya. Melalui program Transformasi Digital UMKM Presisi, alumni Akabri 1996 memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menggunakan aplikasi agar usahanya terintegrasi dengan berbagai e-commerce besar.

Puan menilai, program yang dipelopori alumnus Akabri 1996 itu bisa menjawab terbatasnya literasi digital yang menjadi kendala pelaku UMKM selama ini. Sementara transformasi digital merupakan kebutuhan mutlak yang harus dikuasai pelaku UMKM agar mampu bertahan serta tumbuh dan berkembang.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional, terlebih di saat pandemi, produk-produk UMKM melalui platform digital atau e-commerce justru berkembang sehingga pelaku UMKM dituntut untuk adaptif,” jelas Puan.

Oleh karena itu, kata Puan, produktivitas UMKM harus terus ditingkatkan karena memiliki peranan besar.

“Termasuk dari segi kompetisinya. Sehingga sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM harus terus diperkuat lewat berbagai program, salah satunya dengan program Transformasi Digital UMKM Presisi,” harapnya.

Mantan Menko PMK inii mengingatkan, penguatan UMKM merupakan kerja bersama anak banga untuk memperkuat perekonomian nasional. Gotong royong pemerintah dan swasta lewat penguatan UMKM diharapkan bisa membantu memulihkan perekonomian setelah terimbas pandemi Covid-19.

“Pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan untuk pelaku UMKM, tapi kalau ditambah dengan program lain, UMKM akan semakin kuat. Pada akhirnya, peningkatan perekonomian nasional juga akan kembali dirasakan oleh rakyat,” tutur Puan.

Disisi lain ia menyoroti tingginya traffic penggunaan e-commerce di Indonesia dalam transaksi jual-beli. Puan menyebut, pertumbuhan transaksi online juga akan memudahkan masyarakat.

Akan tetapi, Puan menilai, melakukan transformasi digital itu tidak segampang men-download aplikasi, karena memerlukan perubahan pola pikir dan pola kerja.

Halaman:

Editor: Fahmy Fotaleno

Tags

Rekomendasi

Terkini

X