The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Detik-detik Kompol Iman Ziadi Ditembak Sesama Polisi Karena Bawa Sabu-sabu 16 Kg
Kompol Iman Ziadi Zaid, anggota Polda Riau yang bawa sabu-sabu 16 Kg. (istimewa)
News

Detik-detik Kompol Iman Ziadi Ditembak Sesama Polisi Karena Bawa Sabu-sabu 16 Kg

Minggu, 25 Oktober 2020 10:23 WIB 25 Oktober 2020, 10:23 WIB

INDOZONE.ID - Kasus perwira polisi berpangkat komisaris polisi (kompol) anggota Polda Riau yang ketahuan membawa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 16 kilogram menyita perhatian khalayak dalam beberapa jam terakhir.

Kasus ini mengejawantahkan desas-desus di kalangan sebagian masyarakat yang selama ini meyakini kalau bisnis narkoba kerap melibatkan oknum aparat. 

Polisi yang terlibat dan terungkap ke publik kali ini adalah Kompol Iman Ziadi Zaid (nama berdasarkan Kartu Tanda Anggota Polri; sebagian informasi yang beredar menyebut namanya Imam), yang bertugas sebagai Kepala Seksi Identifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. 

Dalam video penangkapannya yang viral di media sosial, terlihat kejar-kejaran yang cukup menegangkan antara mobil polisi dengan mobil yang dikemudikan Kompol Iman di Jalan Sokarno-Hatta, Pekanbaru. Saat membawa sabu-sabu itu, Kompol Imam bersama seorang pria bernama Hendry Winata (51 tahun).

Kompol Iman (50 tahun) dan Hendry Winata awalnya berhenti di Jalan Parit Indah Pekanbaru dan saat keberadaan mereka diketahui polisi, mereka berbalik arah ke Jalan Sudirman sehingga tim mengejarnya.

Pada saat dikejar, salah satu tersangka membuang tas di jalan dan tas yang dibuang itu langsung dipungut oleh anggota polisi yang mengejar. 

Sedangkan anggota tim lain tetap mengejar mobil tersangka. Setelah beberapa saat tersangka melarikan diri tim menembak ke arah dalam mobil beberapa kali serta menabrak mobil tersangka di Jalan Soekarno Hatta depan showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru.

Beberapa kali petugas kepolisian menabrak mobil kurir sabu-sabu tersebut karena tak mau berhenti. Dalam video yang beredar, Kompol Imam dan rekannya itu mengendarai mobil jenis Opel Blazer warna hitam.

"Matikan saja, woi, matikan!" teriak seorang polisi seperti terlihat dari video yang beredar.

"Tembak mati, tembak mati, matikan," kata polisi yang lain.

Karena mencoba kabur saat hendak ditangkap, petugas menembak Kompol Iman dan rekannya ketika berhasil dihentikan. Dalam bahasa eufemistis ala polisi, mereka diberi "tindakan tegas dan terukur".

Setelah diberi "tindakan tegas dan terukur" alias ditembak itu, mereka berdua dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polres Dumai untuk diberi perawatan seadanya.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi mengaku bahwa Kompol Iman dan rekannya akan diproses sesuai hukum yang berlaku, tak peduli bahwa Imam adalah anggotanya. Dia sendiri sekarang tak mau mengakui Kompol Iman sebagai anggotanya.

"Sekarang (Iman) bukan (anggota) lagi. Saya berharap hakim akan memutuskan hukuman yang layak para pengkhianat bangsa ini," kata Agung.

Adapun penangkapan Kompol Iman dan Hendry Winata ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus narkoba oleh pihak kepolisian di Dumai pada Senin (12/10/2020). Kala itu, polisi mengamankan 20 kilogram sabu-sabu dan dua tersangka.

Namun, para pelaku sempat melarikan diri dan meninggalkan barang bukti di dalam mobil.

Keduanya lari ke hutan dan akhirnya ditangkap petugas di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kamis (15/10/2020). Keduanya berencana akan melarikan diri ke Malaysia secara ilegal.

Video kejar-kejaran polisi dengan Kompol Iman dan rekannya Hendry Winata yang membawa sabu-sabu 16 Kg bisa disimak melalui tautan ini:

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Oknum Perwira Polisi berpangkat Kompol, dengan inisial ZZ, saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, karena mengalami luka tembak, saat ditangkap karena kedapatan membawa sabu seberat 16 kilogram. Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat (23/10/2020) malam itu, sempat membuat masyarakat di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, heboh. Sebab penangkapan dilakukan ditengah jalan, dan juga terjadi tembakan terhadap satu kurir yang ditangkap. Diketahui ada dua orang yang diamankan, salah satunya adalah seorang perwira polisi dengan pangkat Kompol, yang berdinas di satuan Ditreskrimum Polda Riau. Oknum perwira polisi itu ditembak oleh salah satu aparat kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Riau, yang melakukan penangkapan kala itu. Selain dua orang kurir narkoba, petugas kepolisian juga mengamankan sebanyak 16 kilogram narkoba jenis sabu. Hal itu dibenarkan oleh Dirnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian. Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami jaringan 16 kilogram sabu itu. "Iya benar seperti itu kejadiannya. Saat ini kami masih melakukan pengembangan, barang bukti yang diamankan ada sebanyak 16 kilogram sabu," kata Victor kepada GoRiau.com, Sabtu (24/10/2020) pagi. Sementara saat dikonfirmasi terkait oknum perwira polisi yang turut diamankan dan ditembak saat penangkapan dilakukan, Victor juga membenarkannya. "Iya, saat ini yang bersangkutan masih masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau," tutupnya. https://m.goriau.com/berita/baca/polda-riau-benarkan-oknum-perwira-berpangkat-kompol-ditembak-di-pekanbaru-karena-bawa-narkoba-16-kg.html

A post shared by viralterkini99 (@viralterkini99) on

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US