The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tembaki Jemaah Masjid hingga Tewas, Hukuman Pemuda Ini Dikurang Cuma Jadi 25 Tahun Penjara
Ilustrasi jemaah masjid ditembaki (Istimewa)
News

Tembaki Jemaah Masjid hingga Tewas, Hukuman Pemuda Ini Dikurang Cuma Jadi 25 Tahun Penjara

Sabtu, 28 November 2020 20:37 WIB 28 November 2020, 20:37 WIB

INDOZONE.ID - Pada 2017 lalu, warga Kanada dihebohkan dengan aksi penembakan sadis sejumlah jemaah masjid di Quebec.

Pelakunya merupakan seorang pemuda bernama Alexandre Bissonnette (31). Akibat ulahnya itu, enam orang jemaah tewas mengenaskan.

Bissonnette pun dihukum penjara seumur hidup pada 2019 lalu. Dia juga tidak diberikan kesempatan untuk bebas bersyarat selama 40 tahun.

Namun baru-baru ini, kabar kembali terdengar dari Bissonnette. Dilansir dari AFP, Jumat (27/11/2020), hukuman Bissonnette dipangkas menjadi 25 tahun.

penembak jemaah masjid di Kanada
Alexandre Bissonnette (Facebook/REUTERS)

Pengadilan Kanada memutuskan bahwa tidak konstitusional baginya untuk menjalani hukuman seumur hidup berturut-turut. Keputusan ini diambil pada Kamis (26/11/2020) lalu.

Pengadilan Banding Quebec menganggap ketentuan KUHP yang diperkenalkan pada 2011 memungkinkan hakim untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup berturut-turut untuk beberapa pembunuhan melanggar Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Panel tiga hakim mengatakan itu "memungkinkan untuk menjatuhkan hukuman yang akan selalu kejam dan tidak biasa, dan sangat tidak proporsional."

Penuntut telah meminta hukuman 150 tahun, yang merupakan hukuman terlama di Kanada.

Hakim pengadilan memberi Bissonnette hukuman penjara 40 tahun, memperkirakan bahwa "menjatuhkan seorang pembunuh ke hukuman yang lebih besar dari harapan hidupnya" berisiko "menabur keraguan mengenai kredibilitas sistem peradilan."

Bissonnette berusia 27 tahun saat ditangkap. Dengan melakukan itu, Hakim Pengadilan Tinggi Quebec Francois Huot telah secara efektif menulis ulang undang-undang hukuman Kanada, yang menurut pengadilan banding juga merupakan kesalahan.

Pengadilan banding mengatakan Huot seharusnya "membatalkan" ketentuan hukuman dan menjatuhkan hukuman bersamaan kepada Bissonnette sesuai dengan hukum seperti yang tertulis sebelum 2011.

Tetapi ditambahkan bahwa ini masih hukuman seumur hidup, dan pembebasan bersyarat tidak dijamin setelah 25 tahun.

Pada 29 Januari 2017, Bissonnette menyerbu masjid Kota Quebec dan melepaskan tembakan ke 40 pria dan empat anak yang sedang mengobrol setelah salat Isya.

Dia melepaskan lusinan tembakan, mundur ke daerah aman untuk mengisi kembali pistol sembilan milimeternya setidaknya empat kali, "seperti dia sedang bermain video game," kata seorang saksi pada persidangannya.

Enam orang tewas dan lima lainnya luka berat. Para korban semuanya adalah warga negara ganda yang berimigrasi ke Kanada. Mereka terdiri dari dua orang Aljazair, dua warga Guinea, satu Maroko, dan Tunisia.

Bissonnette digambarkan sebagai seorang penganut supremasi kulit putih yang menentang imigrasi Muslim tetapi tidak berafiliasi dengan kelompok mana pun.

Direktorat penuntutan pidana Quebec mengatakan sedang meninjau keputusan pengadilan banding, yang dapat diambil oleh Mahkamah Agung Kanada.

Boufeldja Benabdallah, salah satu pendiri masjid Quebec, mengatakan dia "kecewa" dengan revisi hukuman tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US