The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Scarlet Pen Awards Kembali Digelar, Bentuk Apresiasi untuk Novelis Kriminal Indonesia
Ilustrasi TKP. (Freepik).
Life

Scarlet Pen Awards Kembali Digelar, Bentuk Apresiasi untuk Novelis Kriminal Indonesia

Anugerah kedua.

Selasa, 05 Januari 2021 12:31 WIB 05 Januari 2021, 12:31 WIB

INDOZONE.ID - Setelah sukses dengan gelaran pertama awal 2020 lalu, kini ajang anugerah fiksi kriminal Indonesia bertajuk Scarlet Pen Awards atau Kusala Pena Merah kembali digelar. Ajang ini disebut sebagai sarana untuk memberikan apresiasi bagi para penulis novel fiksi kriminal Indonesia kendati genre ini masih sangat minoritas.

"Mereka (penulis) yang sudah berani nulis genre minoritas ini di tengah pasar novel genre lain yang lebih populer inilah perlu diapresiasi," tulis Detectives ID, selaku penggagas ajang tersebut dalam keterangan resminya.

Dari beberapa nominasi yang masuk, bisa disimak ada beberapa nama yang cukup familiar di genre tersebut seperti Tsugaeda, Ruwi Meita, atau Chandra Bientang yang memang fokus menggarap genre tersebut. Termasuk Rezawardhana yang mulai menulis genre kriminal semenjak tiga tahun yang lalu.

Menurut penulis yang akrab dipanggil Reza tersebut, genre fiksi kriminal di Indonesia memang masih kalah bila dibandingkan genre romance. Namun kendati tidak dominan, bukan berarti genre ini tidak mendapat tempat mengingat munculnya beberapa penulis baru di genre tersebut.

"Tidak dominan bukan berarti tidak mendapat tempat, justru perkembangan yang signifikan genre kriminal di Indonesia diprediksi akan terus memiliki penggemar. Secara pribadi jika saya boleh memprediksi, genre fiksi kriminal akan berada di tempat yang lebih tinggi dari beberapa tahun belakangan," tutur penulis yang namanya juga tercatat sebagai peraih nominasi untuk kategori Best Short Story.

"Munculnya wajah-wajah baru pengulas buku fiksi kriminal adalah buktinya. Tetapi bukti yang paling kentara tentu saja makin banyak penulis yang bergelut di genre fiksi kriminal," tambahnya kepada Indozone.

Beberapa nama baru yang muncul di genre ini terkadang berasal dari genre lainnya yang mencoba untuk keluar dari zona nyamannya. Sebut saja Area, penulis novel 'My Scret Bodyguard' yang masuk dalam nominasi 'Best Romance Crime.'

"Kebetulan waktu itu ada Sayembara Novel Romance-Action yang diadakan oleh Biru Magenta (nama penerbit-red). Saya memang biasanya pengejar event dan sayembara waktu itu. Jadi, saya merasa tertantang untuk mengikutinya. Kebetulan, saya biasanya buat novel romance, sad story atau komedi. Saya ingin coba keluar dari zona nyaman," tuturnya saat dihubungi Indozone.

Untuk mengetahui novel apa saja yang masuk dalam nominasi Scarlet pen Awards 2021, simak daftarnya di bawah ini.

Baca Juga: Penulis Perempuan Dominasi Penghargaan Novel Kriminal 

Inductive Section

Best Mystery

  • Ephemera karya Akaigita
  • Belenggu Ilse karya Ruwi Meita
  • The Guesthouse karya Panji Pratama
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd
  • Pembuktian karya Mia Mutiara 

Best Romance Crime

  • Absurd karya Stephie Anindita
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd
  • My Secret Bodyguard karya Aera
  • Obsessive Love karya Shireishou
  • Konspirasi karya Alwi Nurhafi 

Best Thiller

  • Kertas Hitam karya Aru Armando
  • Efek Jera karya Tsugaeda
  • The Silent War karya Finn R
  • The Guesthouse karya Panji Pratama
  • Belenggu Ilse karya Ruwi Meita  

Deductive Section

Best Novel

  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd
  • Kertas Hitam karya Aru Armando
  • Belenggu Ilse karta Ruwi Meita
  • Efek Jera karya Tsugaeda
  • Ephemera karya Akaigita 

Best Light Novel

  • Project X: The Emergence of Piktadarys karya Tim NDI
  • Ephemara karya Akaigita
  • Puggy Humphry and the Mind Box karya Susan Swash
  • Aksara Berdarah karya Yan Tok
  • Detektif Silat Lidah karya Septian Dhaniar Rahman 

Best Short Story

  • Hari yang Penting untuk Anne karya Rezawardhana
  • Pertukaran yang Tertukar karya Mia Mutiara
  • Ada Hantu di Sekolah karya Daras Resviandira
  • Eden dari Balik Malam karya Mia Mutiara
  • Zamrud di Istana Air karya Chandra Bientang 

Special Section

Best Children Book

  • Titik Hitam Hutan Halimun karya Honey Dieah
  • Misteri Hilangnya Penyu di Pulau Venu karya Wini Afiati
  • Hilangnya Cicin Bu Cinta karya Wafaa Ubaid Salim
  • Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Erna Erdhiya
  • Penyelamatan Kimaya karya Wini Afiati 

Best Cover

  • Efek Jera karya Tsugaeda
  • Obsessive Love karya Shireishou
  • Mata Pena karya Ayu Welirang
  • Ephemera karya Akaigita
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd 

Author of the Year

  • Tsugaeda
  • Ruwi Meita
  • Wini Afiati
  • Panji Pratama
  • Akaigita 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
JOIN US
JOIN US