The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Herd Immunity Susah Terwujud di Indonesia Karena Efektivitas Vaksin di Bawah 80 Persen
Petugas memperlihatkan vaksin Moderna di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (23/8) (ANTARA FOTO/Stenly)
Health

Herd Immunity Susah Terwujud di Indonesia Karena Efektivitas Vaksin di Bawah 80 Persen

Selasa, 24 Agustus 2021 12:17 WIB 24 Agustus 2021, 12:17 WIB

INDOZONE.ID - Epidemiolog dari FKM Universitas Indonesia Pandu Riono menilai herd immunity baru akan tercapai jika efektivitas vaksin di atas 80 persen.

Menurut Pandu, program vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah saat ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian akibat Covid-19 serta kasus Covid-19 dengan gejala berat bukan untuk mewujudkan kekebalan kelompok.

"Walaupun cakupan vaksinasi sudah 100 persen, tingkat imunitas populasi paling tinggi hanya 60 persen, padahal untuk memberikan perlindungan yang cukup besar harus lebih dari 80 persen," kata Pandu dilansir Antara, Selasa (24/8/2021).

Pandu menjelaskan bahwa konsep herd immunity khususnya di DKI Jakarta sulit diwujudkan, karena vaksin yang digunakan di Indonesia umumnya hanya memiliki efektivitas 55-60 persen.

Di sisi lain, virus corona terus bermutasi, bahkan varian Delta yang sebelumnya sempat mengganas disebut-sebut mengurangi efektivitas vaksin yang sudah ada, bahkan vaksin yang memiliki efektivitas tertinggi di dunia, seperti Pfier dan Moderna.

"Sulit untuk mencapai 'herd immunity', tetapi vaksin itu penting karena yang kita kejar adalah menurunkan angka kematian dan angka kasus Covid-19 gejala berat. Vaksin itu mampu mengurangi risiko terkena Covid-19 berat dan mengurangi kematian," kata Pandu.

Untuk menyelesaikan pandemi, Pandu mengatakan bahwa tidak bisa hanya mengandalkan vaksin semata, karena tidak ada satu pun vaksin di dunia yang memiliki efektivitas 100 persen dalam mencegah Covid-19.

Oleh karenanya, pemerintah harus terus mendorong masyarakat mengurangi risiko penularan virus, dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, mengidentifikasi warga terpapar dengan terus melaksanakan 3T (testing, tracing, treatment), serta percepatan vaksinasi.

"Dengan tiga upaya itu, diharapkan pandemi bisa dikendalikan. Mungkin tidak bisa dihilangkan sama sekali. Tapi kita bisa mempertahankan supaya pelonggaran bisa dilakukan," kata Pandu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US