The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketahui Perbedaan Penyakit Osteoporosis dan Osteoartritis
Ilustrasi nyeri sendi. (Pexels/Ba Tik)
Health

Ketahui Perbedaan Penyakit Osteoporosis dan Osteoartritis

Sering dianggap sama.

Rabu, 24 Februari 2021 11:29 WIB 24 Februari 2021, 11:29 WIB

INDOZONE.ID - Mungkin beberapa orang belum mengetahui perbedaan osteoartritis dan osteoporosis. Padahal masyarakat perlu mengenalinya agar dapat menindaklanjutinya dengan penanganan yang tepat.

"Masyarakat awam terkadang sering bingung dengan perbedaannya karena gejalanya mirip namun risiko dan penanganannya sangat berbeda sehingga perlu dikenali perbedaannya," kata Dokter spesialis saraf dr. Untung Gunarto, mengutip Antara, Rabu (24/2/2021). 

Osteoporosis adalah kondisi sebagian tulang yang mengalami perubahan dalam bentuk hilangnya sebagian massa tulang.

"Hal tersebut mengakibatkan tulang akan mengalami kondisi keropos, seperti ada pori-porinya, jika itu terjadi maka kondisi demikian dapat menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya dan dapat mengakibatkan patah tulang," katanya.

Patah tulang yang dimaksud, tambah dia, bisa saja terjadi karena benturan ringan atau bahkan tanpa benturan sama sekali.

Baca Juga: Hati-hati dengan Penyakit Pemakan Daging yang Ditemukan di Kotoran Bisa Sebabkan Cacat

"Osteoporosis pada umumnya terjadi pada orang-orang yang pada saat mengalami pembentukan tulang-tulang penyangga, di masa mudanya atau saat proses pembentukan tulang tidak mendapatkan kalsium yang cukup," katanya.

Penderita osteoporosis, kata dia, bisa mengalami kehilangan tinggi badan dan perubahan postur tubuh hingga nyeri punggung yang cukup parah.

"Osteoporosis paling sering terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Dan lebih banyak terjadi pada wanita," katanya.

Sementara itu, kata dia, osteoartritis merupakan gangguan tulang, namun yang bisanya terjadi pada area tulang rawan yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian sendi.

"Gejalanya adalah rasa sakit pada daerah sendi-sendi dan dapat disertai kekakuan sehingga sulit untuk digerakkan, sehingga membuat gerakan tubuh menjadi terbatas," tuturnya.

Gejala ini, kata dia, sering datang secara bertahap dan lebih sering dirasakan pada pagi hari atau setelah sendi berdiam atau tidak digerakkan dalam waktu yang lama.

Osteoartritis paling sering terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas.

"Namun bisa juga yang masih muda bila pernah mengalami cedera, serta sering melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama," katanya.

Dia menambahkan bahwa osteoporosis dan osteoartritis dapat terjadi bersamaan, sebab beberapa faktor pemicunya memiliki gejala yang sama.

"Karena itu untuk mencegah adalah dengan konsumsi makanan sehat dan kaya kalsium serta berolahraga jangan berlebihan," tutupnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US