The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Ungkapkan Jarak Kesenjangan COVID-19 Pfizer Meningkatkan Antibodi!
Vaksin COVID-19 buatan Pfizer. (photo/REUTERS/DADO RUVIC)
Fakta Dan Mitos

Studi Ungkapkan Jarak Kesenjangan COVID-19 Pfizer Meningkatkan Antibodi!

Minggu, 25 Juli 2021 14:11 WIB 25 Juli 2021, 14:11 WIB

INDOZONE.ID - Kesenjangan yang lebih panjang antara dosis vaksin COVID-19 Pfizer mengarah ke tingkat antibodi keseluruhan yang lebih tinggi daripada kesenjangan yang lebih pendek, sebuah penelitian di Inggris yang menemukan pada 23 Juli 2021 kemarin, tetapi ada penurunan tajam dalam tingkat antibodi setelah dosis pertama. 

Studi ini mungkin membantu informasikan strategi vaksinasi pada varian Delta, di mana dosis pertama vaksin COVID-19 telah mengurangi efektivitasnya meskipun dua dosis masih bersifat protektif. Melihat hal itu, penulis penelitian yang dipimpin oleh Universitas of Oxford memberikan komentarnya. 

"Untuk interval pemberian dosis yang lebih lama ... tingkat antibodi penetral terhadap varian Delta diinduksi dengan buruk setelah dosis tunggal dan tidak dipertahankan selama interval sebelum dosis kedua," ungkap penulis penelitian. 

"Setelah dua dosis vaksin, tingkat antibodi penetralisir dua kali lebih tinggi setelah interval pemberian dosis yang lebih lama dibandingkan dengan interval pemberian dosis yang lebih pendek." lanjutnya. 

Studi ini menemukan tingkat sel T secara keseluruhan 1,6 kali lebih rendah dengan jeda panjang dibandingkan dengan jadwal dosis pendek tiga hingga empat minggu, tetapi proporsi yang lebih tinggi adalah sel T "penolong" dengan jeda panjang, yang mendukung kekebalan jangka panjang. 

Para penulis menekankan bahwa jadwal pemberian dosis pun menghasilkan antibodi yang kuat dan respon sel T pada sebuah penelitian terhadap 503 petugas kesehatan. Temuan itu dukung satu pandangan bahwa sementara dosis kedua diperlukan untuk memberikan perlindungan penuh terhadap varian Delta, tunda dosis itu mungkin memberikan kekebalan yang lebih tahan lama. 

Desember lalu, Inggris memperpanjang interval antara dosis vaksin menjadi 12 minggu, meskipun Pfizer memperingatkan tidak ada bukti yang mendukung perpindahan dari jeda tiga minggu. 

Inggris sekarang merekomendasikan jeda 8 minggu antara dosis vaksin untuk memberikan lebih banyak orang perlindungan tinggi terhadap varian Delta lebih cepat, sambil tetap memaksimalkan respons imun dalam jangka panjang. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US