The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi: Evolusi pada Manusia Tidak Disebabkan Oleh Perubahan Genetik, Tapi Perubahan Budaya
Kehidupan sosial manusia. (photo/Ilustrasi/Pexels/Afta Putta Gunawan)
Fakta Dan Mitos

Studi: Evolusi pada Manusia Tidak Disebabkan Oleh Perubahan Genetik, Tapi Perubahan Budaya

Selasa, 15 Juni 2021 15:10 WIB 15 Juni 2021, 15:10 WIB

INDOZONE.ID - Atas belas kasihan dari seleksi alam sejak dari awal kehidupan, nenek moyang kita beradaptasi, kawin dan mati. Mereka pun mewariskan mutasi genetik kecil yang akhirnya menjadikan manusia seperti sekarang ini. Tetapi, evolusi tak terkait secara ketat pada gen, sebuah studi baru menunjukkan. 

Sebaliknya, budaya manusia mungkin mendorong evolusi yang lebih cepat daripada yang bisa dilakukan mutasi genetik. Apa yang disebut dengan evolusi budaya ini sekarang dapat bentuk nasib umat manusia yang lebih kuat daripada seleksi alam, para peneliti berpendapat.

"Ketika virus menyerang suatu spesies, biasanya menjadi kebal terhadap  virus itu  melalui evolusi genetik," rekan penulis studi Zach Wood, seorang peneliti postdoctoral di School of Biology and Ecology di University of Maine, mengatakan kepada Live Science.

Evolusi ini berjalan lambat, dikarenakan mereka yang lebih rentan mati dan hanya mereka yang bertahan akan mewariskan gen mereka. Tetapi saat ini, sebagian besar manusia tidak perlu beradaptasi dengan ancaman itu secara genetik. Sebaliknya, kami beradaptasi dengan mengembangkan vkasin dan intervensi medis lainnya, yang bukan merupakan hasil kerja satu orang, tapi  lebih banyak orang bangun akumulasi 'mutasi' pengetahuan budaya. 

Dan terkadang, evolusi budaya dapat mengarah pada evolusi genetik. Melihat hal itu, Waring memberikan komentarnya pada Live Science.

"Contoh klasiknya adalah toleransi laktosa," ungkapnya.

"Minum susu sapi dimulai sebagai ciri budaya yang kemudian mendorong evolusi [genetik] sekelompok manusia." jelasnya. 

Dalam hal ini, perubahan budaya mendahului perubahan genetik, bukanlah sebaliknya. Waring dan Wood berpendapat bahwa pada titik tertentu dalam sejarah manusia, budaya mulai rebut kendali evolusioner dari DNA kita. Sekarang, perubahan budaya mungkinkan kita berevolusi dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh perubahan biologis saja.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US