The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Trilobit 450 Juta Tahun Lalu Kemungkinan Diserang 'Kalajengking Laut'
Tampilan fosil trilobit. (photo/H. Zell/Wikimedia Commons/CC BY 3.0)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Trilobit 450 Juta Tahun Lalu Kemungkinan Diserang 'Kalajengking Laut'

Kamis, 22 Juli 2021 13:40 WIB 22 Juli 2021, 13:40 WIB

INDOZONE.ID - Trilobit yang hancur, ditemukan membatu di Ceko dengan usia lebih dari 450 juta tahun yang lalu. Yang tersisa dari artropoda laut purba ini hanyalah bagian kepala, tetapi para peneliti berpikir bahwa penjepit dari sesuatu seperti kalajengking laut raksasa bisa menjadi telah mengamputasi matnya, garuk cangkangnya, dan membuat bekas luka di wajahnya. 

Beberapa trilobita telah ditemukan yang menderita luka di kepala dan selamat, tetapi entah bagaimana spesimen khusu ini hidup untuk berganti kulit di lain hari. Itu bahkan menumbuhkan kembali mata yang berfungsi penuh untuk menebus yang telah hilang. Hal itu membuat para peneliti dari Ceko menjelaskan penemuan itu. 

"Mata yang dipulihkan, meskipun bergeser ke belakang dan berorientasi berbeda, dengan distribusi lensa yang agak tidak teratur, masih merupakan organ fungsional," ungkapnya. 

Selama Era Paleozoikum, sebelum terjadinya kepunahan massal yang mengakhiri sebagian besar kehidupan di Bumi, artrpoda besar yang menyerupai kalajengking, yang disebut eurypterids, adalah predator menakutkan di dasar laut. Bahasa sehari-hari dikenal sebagai 'kalajengking laut', mereka pun datang dalam berbagai ukuran, dari ukuran tangan manusia hingga seluruh manusia; untuk makhluk yang mengesankan ini, trilobita adalah sumber makanan yang mudah dan berlimpah.

Tidak jelas persis apa yang menyerang trilobite yang hancur, tapi para peneliti mengatakan goresan pada cangkangnya terlihat seperti pernah ditarik oleh penjepit ataupun cakar, menunjukkan kemungkinan pertemuan dengan kalajengking laut. Hebatnya, trilobita jelas hidup cukup lama untuk menyembuhkan lukanya dan meregenerasi mata baru, yang membuat fosil menjadi perhatian khusus. 

Fosil trilobita dengan mata yang terluka sangat langka, mungkin karena buktinya bisa dimakan oleh pemangsa. Hanya sejumlah kasus yang dilaporkan hingga saat ini dalam literatur. Pada 2017, misalnya fosil trilobita yang ditemukan di Norwegia menunjukkan luka seperti penyok di kepala dan mata yang tertusuk yang tampak berasal dari paruh tanduk cumi yang runcing, kira-kira 465 juta tahun yang lalu. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US