Penyakit Stroke Kini Rentan di Usia Muda, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi/pixabay.com
Health

Penyakit Stroke Kini Rentan di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Gaya hidup dituding jadi penyebab utama stroke.

Astrid
Minggu, 14 Juli 2019 08:42 WIB 14 Juli 2019, 08:42 WIB

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini berakibat pada berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi pada otak, sehingga sel-sel otak mati dan tidak bisa berfungsi optimal.

Taukah kamu bahwa stroke juga dapat menyerang seseorang yang berusia muda? Pada 2010, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Stroke, menemukan antara 1988 hingga 2004, serangan otak tiga kali lipat terjadi pada perempuan berusia 35 hingga 54 tahun. Bahkan pada pertengahan tahun 1990 hingga awal 2000, penelitian yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan adanya peningkatan stroke sekitar 54 persen terhadap orang dewasa yang berusia 20 hingga 45 tahun.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Siloam Hospitals Bogor, dr Thomas Tommy menyebutkan bahwa penyakit stroke atau kelainan pembuluh darah kini juga rentan menyasar masyarakat usia muda, setelah sebelumnya hanya berisiko bagi masyarakat berusia di atas 50 tahun.

Menurutnya, selain faktor usia, potensi stroke yang tidak bisa dibendung yaitu akibat faktor keturunan ataupun genetika. Adapun risiko stroke yang bisa diminimalisir bagi mereka yang berpotensi dari kalangan perokok, penderita kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penderita diabetes, dan penderita penyakit lain yang berisiko stroke.

"Definisinya stroke suatu kelainan pembuluh darah yang menyebabkan neurologis secara tiba-tiba. Berdasarkan statistik, stroke penyebab kedua disabilitas," ujar dr Tommy.

Ada beberapa gejala stroke yang dapat dilihat, untuk memudahkannya biasanya disebut dengan “FAST“:

F:  Face (wajah), caranya dengan menundukkan wajah kamu, cobalah untuk tersenyum. Jika kamu tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut, maka mungkin ada sesuatu yang salah.

A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan kamu jatuh lunglai ke bawah, maka kamu perlu waspada.

S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara, ucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka kamu harus segera menganalisis gejala lainnya.

T: Time (waktu), Jika semua gejala itu kamu alami, maka jangan buang waktu lagi, segera pergi ke dokter!

Sebagai kesimpulan dari hasil dari survei nasional tersebut, peneliti mengatakan bahwa populasi remaja memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi. Hal ini terutama terjadi pada remaja yang mengalami berat badan berlebih dan obesitas.

Ada beberapa faktor tertentu yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke di usia remaja. Faktor-faktor tersebut dikenal dengan istilah faktor risiko. Sebagian dari faktor risiko yang dimaksud dapat dimodifikasi, dan sebagian lagi tidak.

Pencegahan dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan cara terbaik untuk menghindari terjadinya penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Oleh karena itu, para remaja dan dewasa muda disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

    Editor Media

    Astrid

    Editor