The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Belum Ada Kasus Varian Deltacron di Indonesia, Tetapi Begini Wanti-Wanti dari Dokter Reisa
Kolase foto ilustrasi deltacron dan dr. Reisa (Unsplash/All_About_Najmi/Instagram/reisabrotoasmoro)
Health

Belum Ada Kasus Varian Deltacron di Indonesia, Tetapi Begini Wanti-Wanti dari Dokter Reisa

Tetap hati-hati.

Kamis, 17 Maret 2022 12:35 WIB 17 Maret 2022, 12:35 WIB

INDOZONE.ID - Belum selesai dengan Omicron, masyarakat sudah kembali dibuat bingung dengan kemunculan varian baru Deltacron. Varian yang merupakan gabungan Delta dan Omicron itu disebut-sebut telah menginfeksi di sejumlah negara.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakin belum ada kasus Deltacron di Indonesia. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi bahkan optimis jika pun ada, Deltacron pasti bisa diatasi seperti pemerintah mengatasi berbagai varian COVID-9 sebelumnya.

"Belum ada (deltacron). Meski demikian kita akan terus akan memantau," katanya dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, varian Deltacron tetap merupakan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca juga: Gawat! Varian Baru COVID-19 Ditemukan di Israel, Bukan Deltacron

Deltacron dijelaskannya sebagai gabungan dua varian yakni Delta dan Omicron. Sehingga jika seseorang yang terkena kombinasi varian itu, maka akan mengalami gangguan pada saluran pernafasan bawah maupun saluran pernafasan bagian atas.

“Kalau Delta biasanya banyak menyerang saluran pernafasan bawah kalau Omicron saluran pernafasan atas. Oleh karena itu wajib hati-hati kalau terinfeksi,” jelanya  dalam Siaran Sehat, Senin (14/3/2022).

Adapun terkait gejalanya, dr. Reisa menyebut tidak ada yang berbeda, artinya sama saja dengan gejala SARs-COV2 (Corona).

"Jadi gejalanya sama-sama seperti SARs-COV-2, gejalanya sama-sama untuk menyerang tubuh kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Reisa membeberkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terus memantau bagaimana perkembangan varian Deltacron. 
Menurutnya, berdasarkan beberapa negara yang memiliki pasien Deltacron, tidak ditemukan kondisi buruk.

Dia menegaskan bahwa treatment atau pengobatan varian Deltacron juga masih tetap sama dengan varian sebelumnya. Di mana pada umumnya, para pasien merasa seperti flu yaitu batuk, pilek, demam, dan lainnya sehingga haus dilakukan test COVID-19 sesegera mungkin.

"Merasakan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan ada demam, menyerupai flu sebaiknya dilakukan antigen (test swab) sesegera mungkin," pungkasnya.

Sebelumnya, varian Deltacron telah terdeteksi di beberapa wilayah Prancis. Kasus varian Deltacron juga ditemukan di Denmark dan Belanda.

Di mana menurut database internasional Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), dua kasus turut teridentifikasi di Amerika Serikat dan sudah dilaporkan 30 kasus yang berasal dari Inggris.


 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US