7 Mitos Penyakit Jantung yang Merenggut Nyawa Ashraf Sinclair
Kiri: ilustrasi orang mengalami gangguan jantung (Parys Gazette). Kanan: Ashraf Sinclair yang meninggal karena serangan jantung (instagram/@ashrafsinclair)
Health

7 Mitos Penyakit Jantung yang Merenggut Nyawa Ashraf Sinclair

Rabu, 19 Februari 2020 15:47 WIB 19 Februari 2020, 15:47 WIB

INDOZONE.ID - Seperti yang kita tau, ada berbagai macam penyakit yang bisa merenggut nyawa seseorang. Namun, kebanyakan orang menganggap bahwa penyakit kanker adalah penyakit mematikan pertama.

Padahal, penyakit jantung juga tak kalah membahayakannya bagi kesehatan dan nyawa. Penyakit jantung bahkan menjadi salah satu penyebab seringnya orang meninggal di dunia.

Yang lebih mengejutkan lagi, penyakit ini jadi pembunuh nomor satu di Indonesia.

Kendati demikian, banyak orang berpikir bahwa penyakit ini hanya menyerang orang yang sudah lanjut usia saja.

Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk juga orang muda. Seperti halnya yang dialami oleh Ashraf Sinclair.

Suami dari Bunga Citra Lestari ini, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (18/2/2020) akibat serangan jantung.

Hal ini membuktikan bahwa penyakit jantung bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang muda sekalipun.

Selain itu, ada beberapa fakta dan mitos yang berkembang di masyarakat tentang penyakit jantung. Berikut ulasannya.

1. Orang kurus tak mungkin terkena penyakit jantung

jantung
ilustrasi wanita kurus mengalami gangguan jantung (Doylestown Health)

Kamu harus tau nih, penyakit jantung bukan hanya dialami oleh orang yang memiliki bobot normal atau berlebih saja, tapi juga orang kurus.

Baik orang gemuk atau kurus sekalipun bisa saja terkena gangguan jantung, karena kadar tekanan darah yang tinggi dan kolesterol tinggi.

2. Penyakit jantung hanya dialami oleh orang lanjut usia

jantung
ilustrasi orang muda terserang gangguan jantung (SmolNarod.ru)

Sama halnya seperti bobot tubuh, penyakit satu ini juga tak bergantung pada usia seseorang. Memang, banyak orang berpikir bahwa penyakit ini hanya dialami oleh orang lanjut usia saja.

Tapi, faktanya penyakit ini juga bisa dialami oleh orang muda. Apalagi jika orang itu memiliki kebiasaan merokok dan kurang berolahraga.

3. Lebih sering dialami pria daripada wanita

jantung
ilustrasi pria mengalami gangguan jantung (Cardiology Surgery Hospital India)

Penyakit jantung bukan hanya dialami oleh para pria saja, tapi juga wanita. Memang, saat di usia muda, angka kemungkinan wanita untuk menderita sakit jantung lebih rendah daripada pria.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, maka angka kemungkinan wanita terkena penyakit jantung, sama besarnya dengan pria.

4. Penyakit "warisan"

jantung
ilustrasi orang muda terserang sakit jantung (ClipDealer)

Pernyataan bahwa penyakit jantung bisa menurun secara genetika, memang benar adanya. Namun, bukan berarti mereka yang anggota keluarganya memiliki riwayat sakit jantung, akan otomatis mengalami gangguan jantung juga.

Meski ada riwayat sakit jantung, ada baiknya jika kamu melakukan serangkaian pencegahan agar penyakit itu tak ikut menyerangmu.

5. Dada sering sakit, tanda gangguan jantung

dada
ilustrasi orang mengalami sakit dada (pexels/freestocks.org)

Seseorang yang mengalami sakit di bagian dada, bisa saja merupakan tanda-tanda serangan jantung.

Namun, penderita penyakit jantung biasanya mengalami tanda-tanda lainnya, seperti nyeri di kedua lengan, leher, dagu dan sulit tidur.

6. Makanan rendah lemak pencegah gangguan jantung

jantung
ilustrasi buah beri yang baik untuk menjaga kesehatan jantung (pexels/Susanne Jutzeler)

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak rendah dan rendah kolesterol adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung.

Mengonsumsi buah dan sayur, yang mengandung serat, vitamin dan antioksidan dapat membuat jantung tetap sehat.

7. Stres jadi pemicu sakit jantung

sakit
ilustrasi orang stres yang dapat menyebabkan sakit jantung (pexels/Kat Jayne)

Selain dari pola konsumsi makanan yang tidak sehat, sakit jantung juga bisa disebabkan oleh banyaknya pikiran atau stres.

Seseorang yang mudah tegang, tergesa-gesa dan sulit untuk rileks akan cenderung lebih berisiko mengalami gangguan jantung. Namun, jika bisa dikelola dengan baik, stress tidak akan memicu serangan jantung.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU