Mengenal Penyebab dan Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut
Ilustrasi. (familydoctor.org)
Health

Mengenal Penyebab dan Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut

ISPA rentan terhadap anak-anak.

Astrid
Rabu, 11 September 2019 15:14 WIB 11 September 2019, 15:14 WIB

INDOZONE.ID - Dalam kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau, warga di Kota Dumai terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai, Riau, mencatat selama Agustus 2019, sebanyak 3.937 warga Kota Dumai yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami ISPA.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Bila tidak segera ditangani, ISPA bisa menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan membuat tubuh tidak memperoleh oksigen yang cukup. Bahkan, yang lebih parah lagi, ISPA bisa menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Ada beberapa gejala yang tidak kamu sadari, dimana kamu telah terjangkit infeksi saluran pernafasan akut. Gejala umum tersebut adalah:

  1. Hidung tersumbat dan pilek. Bila kamu mulai merasakan gejala tersebut, segera minum obat dan istirahat di rumah. Bila semakin parah, silakan cek dan periksa ke dokter.
  2. Batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru
  3. Demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  4. Sakit tenggorokan
  5. Sakit kepala ringan
  6. Bernapas cepat atau kesulitan bernapas
  7. Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen
  8. Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit dan demam

Orang yang menderita penyakit ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut ini, bisa menularkan penyakit kepada mereka yang berkontak langsung dengannya. Penularan penyakit ISPA ini juga disebabkan karena si penderita mengalami batuk atau bersin, kemudian bakteri penyebab ISPA tersebut menular kepada orang yang ada di dekatnya.

ISPA juga rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit jantung atau memiliki gangguan paru-paru. Perokok juga berisiko tinggi terkena infeksi ini dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Penyakit ISPA di Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak diidap masyarakat, dan yang paling banyak adalah anak-anak. 

Rata-rata balita di Indonesia mengalami sakit batuk pilek. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka kejadian ISPA yang berlanjut menjadi Pneumonia (radang paru-paru) sering terjadi pada anak-anak. Terutama jika mengalami gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak sehat. Pada balita di Indonesia jumlahnya cukup tinggi yakni 10-20 persen per tahun.

Jika kamu atau keluarga kamu mengalami gejala penyakit ISPA atau memiliki keluhan lain seputar pernapasan, segeralah berbicara dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Artikel Menarik Lainnya:

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Astrid

    Editor
    TERKAIT DENGAN INI