The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tidak Tiba-tiba, Ini Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi sakit kepala. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Health

Tidak Tiba-tiba, Ini Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Perhatikan ya!

Minggu, 26 September 2021 13:21 WIB 26 September 2021, 13:21 WIB

INDOZONE.ID - Pendarahan otak dialami oleh komedian Tukul Arwana. Dokter spesialis bedah saraf, dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo pun menjelaskan beberapa gejala yang patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi terjadinya pendarahan otak.

Ia mengatakan pada dasarnya pendarahan otak tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan.

"Sakit kepala atau kebas di beberapa bagian tubuh seperti kebas pada kaki, tangan, atau wajah merupakan gejala dasar yang bisa terjadi dan sering diabaikan oleh banyak orang," kata dr. Subrady dikutip dari Antara, Minggu (26/9/2021).

Selain itu, sakit kepala berulang menjadi salah satu indikasi terjadinya penyumbatan pembuluh darah atau sebagian pembuluh darah pecah. Baik penyumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah dapat berakibat pada pendarahan pada otak.

Dokter Subrady pun menjelaskan gejala yang paling mudah dideteksi dari orang yang pembuluh darahnya pecah atau tersumbat adalah fungsi bagian muka, bicara, gerak dan menelan yang sudah tidak normal.

Faktor lain yang patut diwaspadai adalah merasa sering pusing dan butuh waktu atau tidak bisa langsung bangun dari posisi berbaring.

“Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan tekanan dari posisi datar, duduk, atau tegak," katanya.

Menurutnya, mengejan ketika buang air besar, batuk berulang, atau batuk dengan menahan napas juga dapat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba.

"Valsava manuver atau mengedan dapat menjadi pencetus peningkatan tekanan intra kranial. Peningkatan tekanan intrakranial ini dapat menyebabkan pecah pembuluh darah pada penderita darah tinggi yang menyebabkan perdarahan otak. Valsava manuver atau mengejan juga biasa dilakukan saat batuk, buang air besar, atau menahan napas," jelasnya.

Proses seseorang mengalami pendarahan pada otak dapat bervariasi. Ada yang hitungannya hari, bulan, atau tahun, tergantung dari orangnya sendiri apakah gejala-gejala yang dirasakan dianggap keluhan atau tidak.

BACA JUGA: Amankah Minum Kopi Usai Vaksinasi COVID-19?

"Semakin cepat seseorang mengenali gejala, maka semakin mudah diminimalisir pendarahan pada otak,” katanya.

Jika seseorang sudah mengalami pendarahan pada otak, maka seseorang dapat mengalami hilang kesadaran, terjatuh tiba-tiba, atau tidak terbangun dari tidur.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US