The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kondisi Tukul Arwana Melemah Akibat Pendarahan Otak, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Kolase ilustrasi pendarahan otak yang diderita Tukul Arwana (Instagram/tukul.arwanaofficial/Rasi Bhadramani)
Health

Kondisi Tukul Arwana Melemah Akibat Pendarahan Otak, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Selasa, 11 Januari 2022 13:40 WIB 11 Januari 2022, 13:40 WIB

INDOZONE.ID - Lama tak terdengar kabarnya, presenter sekaligus komedian Tukul Arwana muncul dengan kondisi yang memprihatinkan.

Setelah dinyatakan pendarahan otak pada bulan November 2021 lalu, saat ini Tukul diketahui sedang berjuang untuk pulih dari sakitnya.

Dalam video yang beredar di akun Instagram Instaseleb, Selasa (11/1/2022), tampak kondisi Tukul masih lemah pasca operasi yang dijalani. Sebelumnya ia mengalami pendarahan otak lantaran terkena hipertensi.

Lalu apa sebenarnya pendarahan otak seperti yang diderita Tukul Arwana?

Mengutip dari laman Healthline, perdarahan otak merupakan perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. Gangguan kesehatan ini disebabkan karena pecahnya pembuluh arteri di otak sehingga menyebabkan perdarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel otak.

Baca juga: Siap-Siap, Kemenkes Sebut Indonesia Bakal Hadapi Gelombang Omicron

Perdarahan otak merupakan kondisi medis serius yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan segera oleh dokter di rumah sakit.

Gejala yang dialami

Biasanya orang yang mengalami perdarahan otak akan menderita gejala mirip stroke, yaitu mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau mati rasa.

Selain itu penderitanya juga merasakan sakit kepala yang luar biasa, muntah, kebingungan (delirium), hingga pingsan. Meski begitu, hal ini tidak selalu dialami pada setiap orang. Gejala yang muncul tergantung pada lokasi perdarahan terjadi.

Dalam kondisi yang serius, pengidap pendarahan otak bisa mengalami kejang secara tiba-tiba, gangguan koordinasi dan keseimbangan serta kesulitan menelan.

Jika perdarahan otak terjadi pada bagian bawah atau batang otak, pasien dapat mengalami koma, hingga gagal napas . Sedangkan perdarahan otak yang terjadi pada bagian pusat bicara, maka pasien dapat mengalami gangguan dalam berbicara.

Penyebabnya

Sebenarnya ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan otak. Beberapa di antaranya karena tekanan darah tinggi, cedera kepala ataupun kelainan pembuluh darah.

Selain itu gangguan pembekuan darah akibat turunnya trombosit, penyakit anemia, hingga efek samping mengonsumsi obat pengencer darah juga dapat memicu gangguan ini. 

Penanganan pasien

Dikutip dari Verywell Health, pasien pendarahan otak harus benar-benar mendapat perawatan medis maksimal.
Biasanya untuk mengevaluasi kerusakan otak, dokter akan menentukan otak bagian mana yang mengalami perdarahan berdasarkan gejala yang timbul.

Penentuan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan CT scan atau MRI otak. Jika lokasi perdarahan sudah bisa dipastikan, dokter akan melakukan langkah pengobatan yang sesuai.

Misalnya, saat perdarahan otak menimbulkan koma atau kesulitan bernapas, maka dokter akan melakukan tindakan intubasi untuk memberi napas buatan.

Pemasangan infus untuk pemberian cairan dan obat-obatan juga diperlukan. Jika kondisi memburuk, perdarahan otak perlu mendapat pemantauan ketat oleh dokter di ruang perawatan intensif di rumah sakit.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US