The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terawan Agus Ngotot Lakukan Uji Klinis Fase 3 Setelah Vaksin Besutannya Diakui  Dunia
Terawan Agus Putranto (Antara/Bayu Prasetyo)
Health

Terawan Agus Ngotot Lakukan Uji Klinis Fase 3 Setelah Vaksin Besutannya Diakui Dunia

Sabtu, 24 Juli 2021 11:11 WIB 24 Juli 2021, 11:11 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Menkes RI Terawan Agus Putranto ngotot ingin vaksin Nusantara lakukan uji klinis Fase III usai vaksinnya diakui oleh dunia dan masuk dalam jurnal Internasional PubMed.

Terawan mengatakan bahwa vaksin Nusantara adalah 'the beginning of the end' dari penyakit COVID-19. Hal ini dinyatakannya dalam webinar yang diselenggarakan RSPAD Gatot Soebroto.

Klaimnya ini menyebut sel dendritik yang menjadi bahan baku pembuat vaksin Nusantara telah banyak dibicarakan sebagai salah satu upaya menyelesaikan pandemi COVID-19.

"Terus kerjakan untuk secepatnya kita masuk ke uji klinis 3 sehingga kita bisa segera memaparkannya ke dunia," kata Terawan dikutip dari Youtube RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (23/7/2021).

Dengan masuknya vaksin Nusantara dalam jurnal internasional, Terawan sangat yakin bahwa vaksinnya mulai diakui dan berharap agar bisa melakukan uji klinis fase 3.

"Kita percaya bisa ikut serta mengatasi pandemi dunia ini dengan baik," sambungnya.

Namun benarkah vaksin Nusantara telah diakui dunia?

Ternyata hal itu tidak berdasar. Hal ini disebutkan oleh peneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Adelaide Australia, dr Ines Atmosukarto. Ia menilai bahwa jurnal tersebut bukan laporan soal hasil penelitian vaksin.

Jurnal yang memasukkan vaksin Nusantara itu hanyalah hipotesis soal kemungkinan efektivitas melawan Virus Corona.

"Jadi sifatnya spekulatif tidak didukung pembuktian," kata dr Ines, dikutip dari turnbackhoax.

Belum ada sumber informasi yang valid menyatakan vaksin Nusantara diakui dunia. Adapun vaksin Corona yang 'diakui dunia' atau telah mendapat persetujuan penggunaan dari Organisasi Kesehatan Dunia antara lain vaksin Pfizer, Moderna, Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US