Penularan Virus Corona pada Anak Jarang Terjadi, Apa Sebabnya?
Ilustrasi anak sakit (HEALTHLINE)
Health

Penularan Virus Corona pada Anak Jarang Terjadi, Apa Sebabnya?

Bandingkan dengan orang dewasa

Rabu, 19 Februari 2020 22:00 WIB 19 Februari 2020, 22:00 WIB

INDOZONE.ID - Penyebaran kasus virus Covid-19 terus bertambah. Hingga saat ini virus tersebut telah menginfeksi puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari 2 ribu kematian. Secara statistik, kasus banyak ditemukan pada orang tua. Namun ada pula pada anak-anak namun jumlahnya tidak terlalu tinggi.

Virus Covid-19 menyebabkan infeksi di saluran pernapasan. Menurut konsultan respirasi anak di RSCM, Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), anak-anak sebenarnya rentan terserang virus yang menginfeksi saluran pernapasan, terutama bila usianya di bawah 5 tahun. Hal ini dikarenakan sistem daya tahan tubuh yang belum maksimal.

"Cuma memang pada kasus korona dari sekian puluh ribu kasus, jumlah anak yang terinfeksi sedikit. Kondisi ini menjadi pertanyaan dan perlu penelitian. Tapi dalam keadaan seperti sekarang, yang menjadi fokus utama adalah mengatasi emergency-nya," ujar Prof Bambang saat ditemui dalam suatu acara, Rabu (19/2/2020) di Jakarta.

Dirinya menambahkan, secara teoritis anak rentan terkena virus Covid-19. Terlebih sudah ada penularan dari manusia ke manusia. Oleh karenanya diperlukan penelitian terkait hanya sedikit kasus pada anak-anak.

Ilustrasi anak sakit
ilustrasi anak sakit (Dailyherald)

"Nanti pasti akan keluar kenapa pada anak kenapa kasus COVID-19 jarang. Apakah karena anak jarang bermain dengan hewan liar sebab virus tersebut inangnya di hewan liar. Atau karena hal lain," ucap Prof Bambang.


Dikatakan olehnya, gejala infeksi virus Covid-19 pada anak-anak sama seperti orang dewasa. Ada 5 klasifikasi atau tingkatan gejala infeksi. Pertama gejala demam. Kedua, tanda-tanda infeksi respiratorik akut seperti batuk pilek atau tidak. Ketiga, pneumonia ringan yang disertai batuk. Keempat, anak terkena pneumonia berat, gejalanya batuk, pilek, panas, susah bernapas, dan ada retraksi. Kelima adanya sakit yang kritis.

"Jadi gejala infeksi virus Covid-19 pada anak ada 5 tingkatan. Dari ringan sampai paling berat yang masuk ICU," tambahnya.

Cara yang bisa diberikan oleh orangtua adalah memastikan anaknya menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pemberian imunostimulan dan multivitamin bisa dilakukan. Namun jika kondisi anak menurun.

"Ketika anak lagi sehat, tidak membutuhkan imunostimulan dan muktivitamin tidak perlu. Tapi kalau dia flu dikit, boleh diberikan," pungkas Prof Bambang.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU