Benarkah Gula Dapat Menyembuhkan Luka di Kulit?
Ilustrasi. (Unsplash/Sharon McCutcheon)
Health

Benarkah Gula Dapat Menyembuhkan Luka di Kulit?

Astrid
Minggu, 10 November 2019 08:43 WIB 10 November 2019, 08:43 WIB

INDOZONE.ID - Gula diketahui dapat mengganggu kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan. Namun, butiran gula juga dapat bermanfaat untuk menyembuhkan luka.

Sebuah penelitian menemukan bahwa, butiran gula yang ditaburi pada luka dapat membantu proses penyembuhan luka lebih cepat ketimbang menggunakan antibiotik. Studi ini dilatarbelakangi pengobatan tradisional orang Afrika zaman dulu.

Penelitian ini dipimpin oleh dosen senior di Wolverhampton University, Moses Murandu. Murandu sendiri tumbuh di Zimbabwe, dan ketika ia kecil ayahnya menggunakan gula untuk menyembuhkan luka dan mengurangi rasa sakit.

Murandu berkata bahwa untuk menyembuhkan luka, kita hanya perlu menaburinya dengan gula dan menutupnya dengan perban. Kelembaban pada luka akan diserap oleh butiran gula ini dan membuat bakteri tidak bisa berkembang dan mendorong luka bisa lebih cepat sembuh.

Penelitian Murandu ini membuatnya diganjar penghargaan Journal of Wound Care pada Maret 2018 lalu.

Metode pengobatan tradisional yang kerap dilakukan ayahanya memicu Murandu untuk meneliti lebih jauh pengobatan tradisional yang berasal dari Afrika ini.

Hasil studi menunjukkan bahwa gula mampu menarik air dari luka, padahal air sangat dibutuhkan bakteri untuk bertahan hidup. Inilah alasan luka dapat sembuh lebih cepat jika ditaburi luka.

Murandu klaim, sudah ada 35 orang yang menjalani pengobatan luka dengan menggunakan gula. Salah satunya Bayliss yang mengalami luka di kakinya yang tak kunjung sembuh selama dirawat di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham. Setelah menjalani perawatan gula dalam waktu 2 minggu, secara drastis ukuran lukanya makin berkurang.

Dari beberapa orang yang menjalani metode pengobatan dengan gula ini diketahui kondisinya makin baik dan tidak dilaporkan adanya efek samping.

Melansir BBC, Minggu (10/11), secara total, Murandu telah melakukan uji klinis terhadap 41 pasien di Inggris. Ia belum mempublikasikan hasil ujinya di jurnal ilmiah, namun mempresentasikannya di konferensi nasional dan internasional.

Salah satu pertanyaan yang harus ia jawab dalam penelitiannya ialah apakah gula bisa digunakan pada pasien diabetes, yang umumnya memiliki tukak di tungkai dan telapak kakinya. Pengidap diabetes perlu mengontrol kadar gula dalam darah sehingga metode ini mungkin tidak tepat bagi mereka.

Tapi, Murandu menemukan bahwa metodenya ampuh bagi pengidap diabetes tanpa meningkatkan kadar gula darah. 

"Gula adalah sukrosa — kamu butuh enzim sukrase untuk mengubahnya menjadi glukosa," ia menjelaskan.

Karena sukrase ditemukan di dalam tubuh, gula hanya akan diubah menjadi glukosa jika diserap oleh tubuh. Membubuhkannya pada luka tidak akan memberi dampak yang sama.

Sepakat dengan Murandu, dokter hewan di Universitas Illinois Maureen McMichael mengaku memang sudah sejak lama menggunakan gula atau madu saat mengobati hewan. Biaya pengobatan relatif lebih murah, terutama untuk pemilik hewan yang tidak sanggup membayar untuk obat penenang kepada rumah sakit.

Bahkan, menurut McMichael, madu sebetulnya lebih efektif ketimbang gula, sudah terbukti juga sanggup menghambat pertumbuhan bakteri. Meskipun, harganya memang lebih mahal.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Astrid
Astrid

Astrid

Editor
TERKAIT DENGAN INI
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU