The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Mythomania, Penyakit Candu Berbohong yang Ramai Dibahas Usai Video Yusuf Mansur
Tangkapan layar video Yusuf Mansur ngamuk butuh duit satu triliun. (Youtube/Paytren)
Health

Mengenal Mythomania, Penyakit Candu Berbohong yang Ramai Dibahas Usai Video Yusuf Mansur

Percaya pada Kebohongannya Sendiri

Minggu, 10 April 2022 14:08 WIB 10 April 2022, 14:08 WIB

INDOZONE.ID - Menyusul beredarnya video Yusuf Mansur yang mengamuk sambil mengatakan butuh duit Rp1 triliun, muncul berbagai pembahasan mengenai ustaz kondang tersebut.

Salah satu hal yang dibahas adalah mythomania, suatu penyakit mental yang hanya dapat didiagnosis oleh psikolog atau psikiater.

Menurut psikolog Lita Gading sebaiknya kita jangan memberikan label apapun kepada orang lain, khususnya jika bukan seorang psikolog yang memeriksa orang tersebut.

"Banyak sekali video yang masuk ke saya, mengatakan bahwa Ustaz Mansur itu mythomania. Apa itu? Mythomania adalah seseorang yang melakukan kebohongan terus menerus dalam jangka waktu yang lama," kata Lita, dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Minggu (10/4/2022).

"Walaupun dia (Yusuf Mansur) misalkan berbohong, itu bukan urusan kita. Itu urusan dia dengan Tuhan. Soal diagnosis itu dilakukan oleh ahlinya setelah dia melakukan tes kejiwaan, oleh psikolog maupun psikiater," tambah Lita.

Apa Itu Mythomania?

Menurut dr Jati Satriyo sebagaimana dijelaskannya di laman alodokter, mythomania merupakan suatu kondisi dimana penderita melakukan kebohongan kepada orang lain dengan tujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, mendapatkan pengakuan dari orang lain, dan dianggap penting.

Sedangkan dilansir Halodoc, mythomania adalah keadaan seseorang yang sering bohong dalam jangka waktu yang lama dan terus dilakukan meskipun tidak ada maksud untuk mendapatkan keuntungan pada setiap kebohongan yang disampaikan. 

Orang yang mengidap mythomania, tidak jarang akan mempercayai kebohongannya sendiri dan tidak dapat membedakan mana kebohongan mana kenyataan.

Kecanduan Berbohong

Pengidap mythomania pada umumnya mengalami kecanduan berbohong agar merasa puas dan menyenangkan diri sendiri.

Penyebab mythomania cukup beragam, salah satunya adalah faktor psikologis pengidapnya. 

Biasanya, orang yang mengidap mythomania pernah mengalami kegagalan atau pengalaman yang tak menyenangkan dari kenyataan yang pernah ada, seperti kegagalan dalam percintaan, kegagalan dalam studi, atau kegagalan dalam berkarier.

Dengan melakukan kebohongan, pengidap mythomania merasa dapat melarikan diri dari kenyataan. Biasanya, pengidap mythomania akan berfantasi saat ia melakukan kebohongan.

Sering Menjangkiti Anak-anak

Menurut penelitian, mythomania kerap menjangkiti anak-anak yang memasuki usia remaja. Hal itu seiring dengan banyak hal yang terjadi pada kehidupannya. 

Pergaulan yang semakin luas membuat seorang remaja terkadang memiliki kebiasaan berbohong agar bisa diterima dengan baik dalam pergaulannya. 

Gejala Mythomania 

Secara umum, tidak mudah mengenali gejala psikologis mythomania, karena kebohongan yang mereka buat akan tersamarkan dengan sejumlah fakta lainnya.

Namun pada kasus anak-anak, tidak ada salahnya orangtua mengenal lingkungan anak berkembang.

Ada beberapa gejala yang dapat dilihat jika anak remaja mengalami penyakit mythomania:

- Anak akan membesar-besarkan permasalahan atau kisah hidupnya. Meskipun masalah yang dihadapi tidak terlalu besar, anak akan melebihkan cerita dan menyampaikan fakta yang bisa menutupi kebohongan yang disampaikannya.

- Biasanya anak remaja yang mengalami mythomania bertindak sebagai korban setiap kali ia bercerita mengenai masalah dalam hidupnya.

- Cerita yang diberikan pengidap mythomania selalu berubah-ubah dan tidak konsisten. Hal ini dilakukan agar ia mendapatkan perhatian dari orangtua atau yang mendengarkan ceritanya.

- Biasanya anak remaja yang mengalami mythomania, awalnya akan menceritakan kisah yang benar terjadi. Namun, setelahnya akan terlihat tanda-tanda kebohongan yang disampaikan.

- Biasanya anak yang mengalami mythomania akan lebih menutup diri. Bahkan orangtuanya tidak diperkenankan untuk mengenal lebih jauh teman-temannya atau lingkungan bermainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US