The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta Terkait Orang Gila Jarang Sakit: Tidak Bisa Bedakan Kondisi Tubuhnya
Ilustrasi orang gila yang disebut jarang sakit. (Antara)
Health

Fakta Terkait Orang Gila Jarang Sakit: Tidak Bisa Bedakan Kondisi Tubuhnya

Tidak merasakan sakit.

Kamis, 24 November 2022 19:11 WIB 24 November 2022, 19:11 WIB

INDOZONE.ID - Setiap orang tentu saja pernah merasakan sakit. Baik anak-anak hingga orang tua, pasti pernah merasakan yang namanya sakit. Namun, kamu harus tahu, ada anggapan bahwa orang gila atau orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) jarang sakit.

Siapa pun, tentu saja bisa menjadi gila ketika menghadapi suatu kondisi sulit, atau dalam kondisi frustasi terhadap masalah. Namun, informasi yang menyebutkan orang gila jarang sakit, belum ada riset pasti dan belum sepenuhnya benar.

“Orang dengan gangguan jiwa adalah terjadinya gangguan mental seseorang yang menyebabkan ketidak stabilan emosi, pola pikir, hingga kegiatan sehari hari,” ucap dr. Rio dikutip dari percakapan tanya jawab di Alodokter, Jumat (24/11/2022).

Baca Juga: Peneliti Sebut jika ODGJ Lebih Rentan Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Menurut dokter ahli kejiwaan ini, orang gila tidak semuanya dalam kondisi parah. Namun, ada pula seseorang yang memiliki gangguan mental yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi atau dikenal dengan sebutan skizofenia.

“Orang gangguan jiwa tidak semuanya parah seperti yang anda kemukakan, kemungkinan orang gila yang anda maksudkan adalah orang dengan gangguan jiwa skizofrenia,” katanya.

Umumnya, penderita skizofrenia dapat mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku.

Sementara anggapan bahwa orang gila tidak pernah sakit saat kamu temukan di jalan, tidak selalu benar. Sebab, bisa saja orang gila itu, justru tidak merasakan sakit di tubuhnya.

Baca Juga: Video Orang Gila Beri Tanggapan Soal Narkoba Buat Netizen Tercengang dengan Jawabannya

“Orang gila yang anda temukan dijalan, belum tentu tidak pernah sakit, melainkan orang tersebut sudah tidak bisa membedakan kondisi tubuhnya sendiri,” tutur dr. Rio.

“Dimana ia tidak bisa membedakan mana sakit dan mana sehat, sehingga ia tidak akan mengeluh mengenai sakit yang dialaminya. Gangguan jiwa sendiri merupakan sebuah penyakit, lho, sehingga mitos bahwa orang gila tidak pernah sakit itu salah,” lanjutnya.

Tidak Bisa Dipidanakan

Meski begitu, sesuai peraturan undang-undang pasal 44 ayat 2 KUHP, yang berbunyi, ‘Jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.

Baca Juga: Mensos Risma Ingin Fokus Perhatikan Penanganan Orang Gila di Jalanan

Maka bisa dikatakan, hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa’.

Artinya, orang yang sedang mengalami gangguan jiwa tidak dapat dipidanakan karena kurang sempurna akal, dan hanya bisa dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Orang Gila Didominasi Laki-laki

Umumnya orang gila yang sering masyarakat temui adalah laki-laki. Kabarnya, adanya tuntutan seperti tanggung jawab kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, atau tanggungan yang harus di jalani, membuat tingkat depresi laki-laki lebih tinggi dibandingkan wanita.

Sementara itu, laki-laki juga lebih banyak memendam apa yang dirasakanya, sehingga tidak ada ruang untuk melampiaskan emosi atau curhatan. Sehingga, hal itu bisa berpengaruh kepada masalah kejiwaan hingga berujung menjadi orang gila.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Achmad Rafiq
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US