The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Omicron BN.1 Terdeteksi di 6 Provinsi, Epidemiolog: Jangan Sampai Picu Varian Super
Omicron BN.1 sudah ada di 6 provinsi. (FREEPIK/mrdm)
Health

Omicron BN.1 Terdeteksi di 6 Provinsi, Epidemiolog: Jangan Sampai Picu Varian Super

Jumat, 09 Desember 2022 20:00 WIB 09 Desember 2022, 20:00 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah memonitor perkembangan subvarian Omicron BN.1 yang telah terdeteksi di enam provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

"Masih belum ada data yang lebih lengkap mengenai apakah subvarian ini akan menyebabkan peningkatan kasus di Indonesia atau tidak," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Jumat (9/12/2022).

Baca juga: Terungkap, Begini Kondisi 24 Pasien yang Terinfeksi Omicron BN.1 di DKI Jakarta

Menanggapi temuan tersebut, ahli epidemiologi dai Griffith University Australia dr Dicky Budiman mewanti-wanti risiko BN.1 yang bisa memicu virus SARS-CoV-2 berevolusi. Pasalnya, varian ini memiliki karakteristik menyebabkan reinfeksi COVID-19 dan lebih mudah menular.

omicron bn.1
Ilustrasi virus corona. (FREEPIK/kjpargeter)

"Karena dia lebih mudah terikat pada reseptor ACE2 dan lebih mampu mereplikasi diri," katanya kepada Indozone, Jumat (9/12/2022).

Ketika dua karakteristik tersebut bertemu, bukan tidak mungkin melahirkan subvarian atau varian baru super. Terlebih jika tidak ada pencegahan untuk memutus rantai penularan COVID-19.

"Ketika mitigasi kurang, maka reinfeksi akan membuat virus lebih mudah bereplikasi dan bermutasi yang dikhawatirkan melahirkan subvarian yang super," imbuhnya.

"Ini yang harus dihindari. Artinya, potensi menyebabkan keparahan bisa terjadi ketika dia melahirkan subvarian super tadi. Saat ini vaksin yang ada memang efektif," tambahnya.

Jika mitigasi tidak segera dilakukan, Dicky khawatir varian super berisiko muncul dan bisa mengalahkan efektivitas vaksin COVID-19 yang sudah ada.

Baca juga: Sudah Masuk Indonesia, Dinkes DKI Jakarta Deteksi 40 Kasus Subvarian Omicron BN.1

"Vaksinnya masih efektif. Namun kita nggak tahu jika lahir subvarian baru atau varian super, bisa jadi musibah menurunkan efektivitas vaksin," sambungnya.

Kabar baiknya, jika mitigasi dilakukan dan varian super tidak lahir, akhir dari pandemi bisa terlihat pada triwulan pertama tahun depan.

"Kita lihat jangan sampai kelihatan varian-varian super," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US